Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi aksi demonstrasi yang belakangan terjadi. Ia menegaskan penyampaian pandangan dan aspirasi masyarakat merupakan hal yang wajar serta diperbolehkan dalam proses demokrasi, sekaligus menjadi masukan yang dibutuhkan pemerintah.
“Kita butuh masukan, pemerintah butuh masukan, pemerintah butuh aspirasi itu pasti. Syarat-syaratnya sudah diatur, sudah kita sepakati dan itu yang akan selalu disampaikan,” ucap Agus kepada kumparan, Jumat (29/8).
Menurutnya, penyampaian aspirasi maupun penanganan aksi oleh pemerintah tidak boleh keluar dari aturan yang berlaku. Ia juga menyinggung peristiwa seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal usai terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam.
“Tidak boleh kemudian keluar (dari aturan). (Seperti) itu ojol, yang marak (kemarin). (Pemerintah) akhirnya harus selalu butuh masukan dari masyarakat,” ujar Agus.
Sebelumnya, seorang driver ojol tewas setelah terlindas mobil rantis polisi saat aksi demonstrasi berakhir ricuh pada Kamis (28/8) malam. Peristiwa tersebut memicu gelombang kemarahan hingga Markas Brimob didatangi para pengemudi ojol pada malam yang sama sekitar pukul 22.07 WIB.
Di hari yang sama, massa buruh juga menggelar aksi di depan Gedung DPR. Ini merupakan kali kedua mereka turun ke jalan setelah demo pada Senin (25/8) yang juga berakhir ricuh. Dalam aksinya, para buruh membawa enam tuntutan, di antaranya mendesak penghapusan sistem outsourcing serta penghentian praktik upah murah.