Pengusaha Ungkap Waralaba Asing Masih Kuasai Pasar RI, Brand Lokal Hanya 120-an

3 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar dalam acara International Franchise, License, and Business Concept Expo and Conference, di JCC, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, menyoroti masih dominannya waralaba asing di pasar domestik. Menurut dia, jumlah waralaba lokal yang terdaftar hanya sekitar 120–130 merek, jauh lebih sedikit dibandingkan merek asing yang marak hadir di pusat perbelanjaan Indonesia.

“Kita enggak terlalu happy dengan keadaan kita, kalau kita lihat keadaan kita, ya saya nggak ikuti secara survei gitu, tapi secara estimasi saja pasar domestik kita tuh masih dikuasai oleh asing. 120-130 waralaba lokal kita, tapi yang asing tetap lebih banyak,” ujar Anang dalam konferensi pers di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/8).

Menurut Anang, dominasi waralaba asing bisa dilihat langsung di pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta. Dia di salah satu Mal di wilayah Jakarta Selatan, di mana restoran maupun gerai dari Korea, Jepang, China, Belanda, hingga Italia jauh lebih mudah ditemukan dibandingkan brand lokal. Dari sekian banyak tenant, hanya ada satu merek asal Indonesia, yakni Remboelan.

Kondisi ini menurut Anang menunjukkan minimnya kehadiran brand lokal di dalam negeri. Anang berharap suatu saat setidaknya 80 persen gerai di pusat perbelanjaan diisi waralaba Indonesia yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Banda Aceh hingga Manado.

Menurut dia, perlunya peningkatan kewirausahaan agar Indonesia mampu memperkuat posisi brand lokal di tengah dominasi merek asing. Apalagi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5–8 persen yang salah satunya bisa ditopang dari sektor ini.

Anang membandingkan dengan Amerika Serikat (AS) di mana sistem waralaba sudah menjadi tulang punggung perdagangan ritel. Dia memandang, agar bisa bersaing, waralaba di Indonesia harus meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi.

“Kenapa kita mengadakan standardisasi? Karena kita harus berulang kali melakukan standardisasi, standardisasi, standardisasi supaya kita mencapai efisiensi dan efektivitas yang paling tinggi Itu maksudnya. Tentunya mengadakan inovasi, kita tahu, kemudian yang juga penting juga teknologi kita cari,” jelas Anang.

Ia juga menilai pentingnya ciri khas dalam sebuah produk. Sebagai contoh, Teh Botol Sosro mampu menjadi merek ikonik Indonesia yang bersaing dengan brand minuman global karena memiliki karakter yang sesuai dengan budaya lokal.

“Budaya kita emang suka minum teh, dan itu yang membuat Teh Botol Sosro bisa bersaing dengan Coca-Cola,” ujar Anang.

Read Entire Article