Pemerintah meluncurkan Rasa Rempah Indonesia (S'RASA), sebuah program yang bertujuan menggencarkan promosi kuliner dan pariwisata Indonesia bisa lebih mendunia.
S'RASA menghadirkan makanan Indonesia dengan ciri khas, identitas, cerita, dan warisan budaya Indonesia di restoran-restoran Indonesia di berbagai negara. Program ini merupakan babak baru dari program Indonesia Spice Up The World (ISUTW) yang berakhir pada 2024.
Menteri Perdagangan, Budi Susanto, mengatakan program rebranding kuliner Indonesia di luar negeri ini akan dimulai dengan uji coba di 5 restoran di 5 negara, New York, London, Amsterdam, Tokyo, dan Sidney.
"Kita akan melakukan kurasi di 5 negara dan 5 kota, 5 restoran, yang pertama di New York, London, Amsterdam, Tokyo, Sydney. Jadi nanti ada tim yang akan melakukan itu, kemudian tentunya nanti akan ada standar, konsep, dan sebagainya," katanya saat Peluncuran Program S'RASA di Sarinah Jakarta, Kamis (28/8).
Program ini merupakan kolaborasi 6 kementerian, yakni Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), serta Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Budi mengharapkan program S'RASA bisa berdampak positif pada peningkatan ekspor dan pariwisata Indonesia, serta perlibatan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
"Jadi hari ini penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) untuk menyatukan komitmen, semangat kita bersama, mewujudkan atau me-branding restoran kita di luar negeri," jelas Budi.
Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha C. Nasir, mengatakan diplomasi gastronomi merupakan program yang sudah lama dilakukan dan akan terus dikolaborasikan ke depannya.
Arrmanatha mengatakan, pihak Kemlu sudah melakukan survei dari total 132 perwakilan Indonesia di dunia, jumlah restoran yang menjajakan kuliner Indonesia mencapai 1.221 restoran.
"Dari survei ini juga kita ketahui makanan Indonesia yang paling favorit itu ada 5, pertama adalah sate, kedua nasi goreng, ketiga gado-gado, keempat rendang, dan kelima yang uniknya hal-hal yang terkait dengan mi, apakah itu mi goreng, mi rebus, atau mi bakso," ungkapnya.
Dengan begitu, dia berharap kolaborasi S'RASA ini bisa menciptakan standar kualitas terhadap lima kuliner Indonesia tersebut, sehingga masyarakat internasional bisa mendapatkan pengalaman serupa.
"Kita bisa membuat kelima masakan ini standar sehingga rasanya sama di setiap restoran Indonesia yang ada di luar negeri. Inilah salah satu langkah yang kita bisa lakukan bersama untuk membuat kuliner Indonesia mendunia," kata Arrmanatha.
Peluncuran S’RASA dilakukan bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, serta Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.
Pada pel...