Bolehkah Merayakan Maulid Nabi? Ini Dalil yang Perlu Diketahui

2 hours ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tahun ini kita telah melewati tanggal 1 Rabiul Awal, yang jatuh pada 25 Agustus 2025. Setiap kali bulan ini datang, umat Islam dari Sabang sampai Merauke pun sibuk dengan satu tradisi, yakni Maulid Nabi. Ada yang bikin lomba keagamaan, ada yang gelar pengajian akbar, dan ada juga yang menggelar tradisi khas daerahnya masing-masing untuk merayakan dan mendalami kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Tapi di sudut-sudut lain, ada saja wajah-wajah masam yang selalu teriak: “Bid’ah! Sesat! Masuk neraka!”. Mereka sangat anti dengan istilah Maulid. 

Ironisnya, orang-orang ini sering lupa, kalau mereka sendiri tiap tahun juga rayakan ulang tahun pernikahan, potong kue ultah anak, atau bikin syukuran saat beli motor baru. Itu nggak bid’ah, katanya. 

Tapi giliran umat mau senang-senang mengenang kelahiran junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, langsung pasang muka kaku kayak batu nisan. 

Ketua Aswaja NU Center Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Ma'ruf Khozin pernah bilang begini: 

"Supaya tidak keberatan dengan istilah Maulid, anggap saja kami sedang kumpul-kumpul menyampaikan hadis tentang akhlak Nabi, perjuangan Nabi, dan kisah kehidupan Nabi." 

Baiklah, mari kita bahas pelan-pelan, biar kepala nggak kepanasan. Jadi, apakah Maulid Nabi ada dalilnya? Oh tentu, bukan cuma ada, tapi banyak. 

Mari kita intip beberapa dalilnya yang ditulis Alumnus Ponpes Gontor Putri, Ustadzah Fadillah Ulfa dalam bukunya "Amalan Sepanjang Tahun: Meraih Pahala di Bulan-Bulan Hijriah".

1. Nabi sendiri bikin “Syukuran”

Diriwayatkan Rasulullah SAW mengakikahkan diri beliau sendiri setelah diangkat menjadi nabi. Padahal kakeknya, Abdul Muthalib, sudah mengakikahkan beliau pada hari ketujuh kelahiran. Jadi, apa arti akikah kedua itu? 

Ya jelas bentuk syukur atas kelahiran beliau. Kalau Nabi aja bikin syukuran, masa kita dilarang bersyukur atas kelahiran junjungan kita?

Menurut Ustadzah Fadillah, hal itu menunjukkan bahwa perbuatan Rasulullah tersebut merupakan salah satu bentuk kesyukuran beliau kepada Allah atas kelahiran beliau sebagai rahmat bagi semesta alam dan diturunkan syariat bagi umatnya.

“Oleh karena itu, kita sebagai umat diperbolehkan untuk mengucapkan rasa syukur kepada Allah atas kelahiran beliau dengan mengadakan majelis-majelis yang didalamnya khusus mengingat pribadi beliau yang mulia,” jelas jebolan Pondok Pesantren Modern Gontor Putri tersebut.

2. Alquran suka banget cerita kelahiran

Menurut Ustadzah Fadillah, di dalam Alquran juga telah menceritakan kisah kelahiran beberapa nabi sebelum nabi Muhammad SAW. Buka saja surat Al-Qashash, ada kisah lahirnya Nabi Musa. Buka surat Maryam dan Ali Imran, ada kisah lahirnya Nabi Yahya dan Nabi Isa.

Jadi, jangan sok-sokan bilang “ngapain repot-repot memperingati kelahiran Nabi?” Wong Alquran aja menceritakan dengan detail, dari sebelum lahir sampai jadi nabi.

3. Disuruh senang langsung oleh Allah

Allah sudah bilang jelas dalam QS Yunus ayat 58: 

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (QS Yunus ayat 58).

Dan rahmat paling besar itu siapa? Ya Nabi Muhammad SAW, seperti QS Al-Anbiya ayat 107: “Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

Jadi, bergembira dengan kelahiran Nabi itu bukan cuma boleh, tapi perintah langsung. Kalau masih ngeyel, ya orang itu memang anti-ayat mungkin.

Menurut Ustadzah Fadillah, perasaan gembira dan bahagia dengan kedatangan Rasulullah merupakan anjuran yang semestinya dilakukan kapanpun dan dimanapun. Namun, tuntunan itu semakin ditekankan setiap hari Senin dan setiap tahun, khususnya pada bulan Rabiul Awal karena memang momennya lebih tepat dan lebih sesuai.

4. Menghidupkan kenangan itu sunnah

Haji saja sebagian besar isinya menghidupkan kenangan masa lalu: sa’i mengenang Siti Hajar, jumrah mengenang Nabi Ibrahim, kurban mengenang Ismail. 

“Bukankah kita melihat bahwa sebagian besar ritual ibadah haji juga merupakan salah satu bentuk menghidupkan kembali kenangan-kenangan serta momen-momen yang mulia?," kata Ustadzah Fadhilah. 

Lantas kalau semua itu boleh, kenapa kenangan tentang kelahiran Nabi Muhammad dilarang? Jangan-jangan larangan ini lahir bukan dari dalil, tapi dari hati yang terlalu beku untuk merasakan cinta.

Jadi, masih mau teriak bid’ah tiap lihat orang bikin Maulid? Kalau iya, sebaiknya sebelum protes, coba cek dulu daftar bid’ah pribadi: pakai mikrofon di masjid, bikin jadwal pengajian via WhatsApp, sampai rebutan like di Facebook pakai hadis-hadis.

Pada akhirnya, Maulid bukan sekadar soal boleh atau tidak boleh. Ia adalah ekspresi cinta. Dan cinta itu, kata orang bijak, kadang tak perlu dalil panjang lebar. Tapi alhamdulillah, dalam kasus Maulid, dalilnya sudah segunung. Tinggal satu masalah, siapa yang mau jujur membacanya?

Read Entire Article