Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi meluncurkan SkorKu pada Jumat (29/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi meluncurkan SkorKu pada Jumat (29/8/2025). Aplikasi seluler tersebut bisa membantu masyarakat Indonesia memahami, memantau, dan meningkatkan skor kredit pribadi mereka.
Kehadiran SkorKu menjadi solusi penting di tengah pesatnya pertumbuhan layanan buy now pay later, e-commerce, dan pinjaman online, sementara di sisi lain literasi kredit masyarakat masih tergolong rendah. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 4 Agustus 2025, porsi kredit Buy Now, Pay Later (BNPL) di sektor perbankan hanya 0,29 persen dari total kredit, namun terus tumbuh secara kuat.
Per Juni 2025, nilai outstanding kredit BNPL yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tumbuh sebesar 29,75 persen secara tahunan (Mei 2025: 25,41 persen yoy) hingga mencapai Rp 22,99 triliun. Tercatat jumlah akun meningkat menjadi 26,96 juta (April 2025: 24,79 juta).
Namun, literasi kredit memiliki dampak yang jauh lebih luas. Head of Consumer Business SkorKu, Nora Asteria menjelaskan, memahami kesehatan kredit dapat mempengaruhi banyak pencapaian penting dalam kehidupan seseorang.
"Banyak masyarakat Indonesia yang sudah mengetahui risiko kredit, tetapi belum memahami sepenuhnya mengapa skor kredit penting dan bagaimana cara meningkatkannya untuk mencapai tujuan hidup yang penting, seperti memiliki rumah, mobil, membangun rumah tangga,atau bahkan sesuatu yang sederhana seperti mengajukan kartu kredit atau paylater,” ujar Nora.