Massa aksi di DPR RI menjebol salah satu pagar DPR RI, tepatnya di sisi sebelah kiri dekat gedung Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/8). Mereka menerobos masuk.
Ratusan massa yang menerobos masuk itu dihujani gas air mata oleh Brimob. Mereka pun langsung kembali keluar halaman DPR RI.
Kini, area pagar yang dirobohkan sudah dijaga oleh pasukan Brimob. Sementara, pasukan TNI tampak bernegosiasi dengan massa agar mau bubar mandiri.
Pasukan Brimob yang bersiap-siap membubarkan dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro.
Susatyo belum memerintahkan pasukannya maju. Malah, ia memerintahkan pasukannya mundur sedikit.
“Sebagai bukti (kami) tidak ingin ada bentrokan, kami akan mundur. (Pasukan) Mundur 5 langkah. Kami akan mundur. Pasukan mundur 5 langkah. Stop,” ujar Susatyo di atas mobil komando.
Selain itu, Susatyo mempersilakan massa untuk melontarkan berbagai hujatan ke aparat kepolisian. Namun, ia berharap agar massa tak melempar apa pun.
“Silakan teman-teman mau ngomong apa saja. Tapi jangan lempar-lempar apa pun. Kita ingin Jakarta kondusif,” ucap Susatyo.
Kini, pukul 20.26 WIB, massa belum membubarkan diri. Mereka beberapa kali masih menembakkan petasan ke arah aparat.
Sesekali, mereka juga melontarkan yel-yel yang ditujukan ke polisi, seperti teriakan ‘pembunuh’.
Aksi ini merupakan respons dari meninggalnya seorang ojek online bernama Affan Setiawan. Ia tewas usai dilindas anggota Brimob dengan kendaraan taktis baracuda pada Kamis (28/8) malam di Pejompongan, Jakpus saat kericuhan terjadi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah.
"Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam video yang diterima, Jumat (29/8).
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.