Pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob Polri yang menabrak kemudian melindas pengendara ojol, Affan Kurniawan (21) hingga tewas, disiarkan melalui akun Instagram @divisipropampolri.
Mereka pun menyampaikan pengakuannya masing-masing.
Salah seorang anggota Brimob, mengaku sudah tak memperhatikan situasi di sekitarnya ketika mobil melaju menerobos kerumunan massa. Menurut dia, jalanan sudah dipenuhi dengan batu yang berserakan.
"Saya tidak mengerti posisi orang karena saya tidak, tidak memperhatikan orang kanan kiri, Pak," kata dia kepada penyidik Propam Polri sebagaimana dilihat, Jumat (29/8).
Hal senada dikatakan oleh anggota Brimob lainnya yang juga mengaku tak lagi memperhatikan situasi di sekitar. Dia memaksakan mobil agar terus melaju karena situasi sudah tak kondusif.
Menurutnya, jika mobil tak terus melaju, maka polisi yang ada di dalam mobil rantis Brimob bakal diamuk massa.
"Jadi saya hantam saja. Karena kalau nggak saya terobos itu selesai, Pak, sudah, massa penuh," ucap dia.
Dia juga menyebut bahwa mobil rantis itu cukup tinggi jika diukur dari tanah. Sementara itu, bagian kaca depan menggunakan pelindung yang gelap sehingga situasi di sekitar tak lagi terlihat secara jelas.
"Asap itu penuh jadi saya pakai lampu tembak, saya itu fokus ke depan, Pak," ungkap dia.
Sebelumnya diberitakan, pengemudi mobil rantis ialah Bripka R. Bripka R duduk di bagian depan mobil bersama Kompol C. Sementara itu, di bangku bagian belakang, duduk Aipda M, Briptu D, Bripda M, Bharaka J, dan Bharaka Y.
Akibat perbuatannya, Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J terbukti melanggar kode etik kepolisian. Sebagai tindak lanjut, ketujuh anggota tersebut dikenakan sanksi penempatan khusus (Patsus) selama 20 hari sejak 29 Agustus 2025 hingga 17 September 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah. "Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam video yang diterima, Jumat (29/8).
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah. "Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam video yang diterima, Jumat (29/8).
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.