Sektor makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen pada triwulan II 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, CIKARANG -- Jalankan tugas sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai Cikarang bersama Komisi VII DPR RI melepas ekspor perdana produk makanan ringan PT URC Indonesia ke Pantai Gading, Afrika, melalui Cikarang Dry Port, Kamis (28/8/2025).
"Sebanyak 10 kontainer produk makanan resmi diberangkatkan sebagai langkah nyata memperluas pasar global dan memperkuat kontribusi devisa negara," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta Dharma.
Tidak ada kode iklan yang tersedia.
Dalam kesempatan ini, Bea Cukai Cikarang memastikan kelancaran prosedur ekspor, memberikan asistensi kepabeanan, serta mendukung efisiensi logistik melalui Cikarang Dry Port.
"Kehadiran Bea Cukai tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra strategis industri dalam mendorong ekspor nasional agar semakin berdaya saing di pasar internasional," ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kunjungan Panja Daya Saing Industri Komisi VII DPR, yang mendorong kebijakan untuk meningkatkan kapasitas ekspor nasional.
Ketua Panja, Evita Nursanty menegaskan industri makanan dan minuman memiliki potensi besar, namun masih memerlukan peningkatan daya saing melalui efisiensi biaya, penguatan branding, dan inovasi pengemasan.
Pelaksana Tugas Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika menambahkan, sektor makanan dan minuman tumbuh 6,15 persen pada triwulan II 2025, dengan nilai ekspor mencapai 18,59 miliar dolar AS dan surplus perdagangan 13,14 miliar dolar AS.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan, Cikarang Dry Port merupakan salah satu fasilitas atau infrastruktur penting bagi kawasan industri dan Jababeka salah satu kawasan terlengkap di Indonesia dari aspek infrastruktur.