Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akhirnya melantik Laode Sulaeman sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), setelah jabatan tersebut kosong sejak Februari 2025.
Laode Sulaeman dilantik Bahlil menjadi Dirjen Migas Kementerian ESDM Gedung Chairul Saleh, Kantor Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM, Jumat (29/8).
"Alhamdulillah hari ini saya melantik Dirjen Migas yang dalam waktu beberapa bulan terakhir kosong yaitu Bapak Laode Suleman, beliau ini pegawai karier di (Ditjen) Migas," katanya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/8).
Adapun kursi Dirjen Migas masih kosong sejak Bahlil menonaktifkan Achmad Muchtasyar dari posisi tersebut pada 10 Februari 2025. Jabatan itu baru dia emban pada kurang dari sebulan atau sejak 16 Januari 2025.
Bahlil sementara menunjuk Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) Tri Winarno sebagai Pelaksana Tugas Harian (Pth) Dirjen Migas, sampai pelantikan Dirjen Migas dilakukan pada hari ini.
Bahlil mengatakan, tugas utama Laode yaitu menjalankan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yaitu terkait swasembada energi. Nantinya, Laode akan bekerja sama lebih lanjut dengan SKK Migas terkait peningkatan lifting migas.
Kemudian, dia juga meminta Laode melakukan percepatan reformasi terkait regulasi-regulasi yang menghambat terkait lelang 60 Wilayah Kerja (WK) atau blok migas hingga tahun 2028.
"Kemudian juga adalah bagaimana bisa mempersiapkan, mengalokasikan gas, untuk domestik maupun market kita di luar negeri agar semuanya bisa berjalan," jelas Bahlil.
Sementara itu, Laode mengatakan dirinya akan mengimplementasikan secara teknis arahan-arahan Bahlil. Secara garis besar, program prioritasnya adalah kenaikan lifting migas dan lelang blok migas.
"Kta implementasikan secara teknis, tadi lifting kita jaga, kemudian lapangan-lapangan yang harus dilelang segerakan. Tetap prioritasnya lifting, karena itu setiap arahan Bapak Menteri selalu lifting," ujar Laode.
Sebelumnya pelantikan hari ini, Laode menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi, Ditjen Migas Kementerian ESDM. Laode lahir di Nganganaumala, 25 Mei 1971. Dia merupakan lulusan S2 Magister Teknik Kimia (2002) Universitas Indonesia (UI).