Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan pada Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama di Jakarta, Selasa (4/2/2025). Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama yang digelar sebagai rangkaian menjelang peringatan Hari Lahir ke-102 Nahdlatul Ulama tersebut mengangkat tema besar Asta Cita Dalam Perspektif Ulama NU.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yaqut) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pengemudi ojek online (ojol) akibat kekerasan polisi dalam aksi demonstrasi yang berlangsung pada Kamis (28/8/2025).
"Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, atas nama jamiyyah Nahdlatul lama, saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya saudara Affan Kurniawan dan juga keprihatinan yang mendalam atas keadaan Saudara Muhammad Umar Anwaruddin sekarang," ujar Gus Yahya dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, Jumat (29/8/2025).
Gus Yahya mengatakan NU turut mendukung aspirasi rakyat dan bersama mengikhtiarkan segala harapan tersebut. Karenanya, ia meminta kepada segenap warga masyarakat, termasuk kepada mahasiswa untuk mencoba mencari jalan yang lebih tenang.
"Insya Allah NU akan ikut serta mendukung mendampingi dan ikut menyuarakan, mengupayakan apa yang menjadi harapan dan aspirasi dari masyarakat tersebut," ucapnya.
Gus Yahya pun menaruh harapan pemerintah dapat segera mengambil kebijakan yang tepat agar persoalan tidak berlarut dan kembali tenang.
"Semoga masyarakat maupun pihak-pihak yang relevan, terutama dari jajaran pemerintahan sesudah ini dapat segera mengambil sikap yang akan membawa keadaan lebih sejuk, keadaan lebih tenang, sehingga memberi kesempatan dan ruang bagi kita semua untuk mengelola semua masalah ini menjadi lebih baik," katanya.