Beredar kabar BNPB disebut melakukan modifikasi cuaca pada Kamis (28/8). Modifikasi cuaca dilakukan dengan cara menaburkan garam NaCl di atas awan untuk mengatur intensitas hujan.
Modifikasi cuaca itu disebut agar turun hujan sehingga tidak ada massa menggelar aksi demo di DPR dan Jakarta.
Tudingan ini ramai di media sosial. Disebutkan pesawat Cessna PK-SNL terekam dalam Flightradar24 sempat berkeliling langit Jakarta pada Kamis siang. Pesawat itu disebut milik BNPB dan memang biasa digunakan untuk operasi modifikasi cuaca.
Sementara pada Kamis, massa menggelar demo di DPR dan berakhir ricuh. Hujan turun pada malam harinya.
Hari ini, Jumat (29/8), massa kembali menggelar demo di beberapa titik Jakarta. Hujan juga kembali turun pada malam hari.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan penjelasan. Ia menepis pihaknya melakukan modifikasi cuaca pada Kamis kemarin.
"Enggak ada ya modifikasi cuaca. Tanya aja ke BMKG," kata Suharyanto kepada wartawan.
Suharyanto menjelaskan, hujan yang terjadi pada Kamis dan hari ini sudah sesuai dengan prediksi BMKG. BMKG sudah memprediksi Jakarta dan sekitarnya akan diguyur hujan deras.
"Tanya aja ke BMKG memang 1 dua hari ini cuaca juga akan turun hujan," jelas Suharyanto.
Meski begitu, BNPB tak menampik beberapa lalu sempat melakukan modifikasi cuaca. Namun, tujuannya untuk mengurangi curah hujan bukan untuk memicu hujan.
"Kalau beberapa waktu yang lalu memang kami rutin OMC tetapi tujuannya untuk mengurangi hujan agar tidak banjir," kata Suharyanto.