REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Di daerah tugas operasi, persiapan dan kesiapan Brimob dengan didukung peralatan yang mutahir, Brimob mampu mengembang tugas-tugas negara dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Brimob untuk Indonesia".
Kalimat dari voice over ini menjadi penutup sebuah unggahan tentang spesifikasi kendaraan taktis (rantis) Rimueng (ditulis Rimoeng dalam judul video singkat tersebut) oleh akun Youtube resmi Resimen 1 Pasukan Pelopor (Paspelopor). Satuan ini berada di bawah Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, yang fokus pada tugas-tugas kepeloporan dan memiliki pangkalan di Kedung Halang, Bogor, Jawa Barat.
Ironisnya, Harimau--terjemahan bebas Rimueng dari bahasa Aceh--gagal menjadi pengayom dalam pengamanan aksi demonstrasi massa terhadap anggota DPR di Jakarta pada Kamis (28/8/2025). Kendaraan yang semestinya jadi salah satu peralatan pendukung operasi, malah merenggut nyawa manusia. Harimau itu "menerkam" seorang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21 tahun) hingga berpulang.
Indonesia berduka, pengemudi ojol bersedih dan marah. Di Jakarta, sejumlah pengemudi ojol menggeruduk Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, menuntut keadilan rekan atas meninggalnya rekan mereka.
Di mata mereka, musibah itu bisa dicegah jika aparat keamanan yang ada di dalam mobil tak gegabah dan melindas Affan. Memang, rasanya mustahil ada yang bisa bertahan hidup jika dilindas oleh kendaraan dengan spesifikasi berat kosong paling ringan 6,6 ton dan paling berat mencapai 12 ton.
Affan mungkin masih bernafas jika personel Brimob yang mengemudikan rantis itu mendengarkan teriakan dan permintaan massa untuk berhenti. Terlebih, massa tak mungkin bisa menghancurkan kendaraan dengan pelat baja dan kaca antipeluru tersebut.
Dikutip dari unggahan di akun Youtube resmi Resimen 1 Pasukan Pelopor tadi, Rimueng merupakan kendaraan taktis Brimob yang digunakan untuk kegiatan operasi kepolisian dalam mengantisipasi dan menangani gangguan keamanan berkadar dan berintensitas tinggi.
Rimueng PGD merupakan Rantis Patroli Jarak Jauh (PJJ) dengan kemampuan dan durabilitas yang telah terbukti dan tersertifikasi (1:03) untuk pengamanan dan penyelamatan, penanganan ujuk rasa, pengamanan VIP dan sebagai kendaraan taktis pertempuran konvensional.
Kendaraan Rantis PJJ Brimob oini memiliki panjang 5,33 meter dengan full body armor plate, digerakkan dengan mesin 3.200 cc dan dilapisi jendela kaca dengan ketebalan NIJ level 3. Ketebalan kaca antipeluru yang mencapai peringkat NIJ Level 3 bervariasi, berkisar antara 19 mm sampai 89 mm. Untuk mencapai standar perlindungan terhadap peluru senapan seperti Rimueng, ketebalan minimalnya sekitar 32 mm.
Rimueng dilengkapi lampu tembak, netbar, lampu kabut saat patroli, strobo sebagai isyarat pendukung kecepatan, radio komunikasi untuk memberikan himbauan.
Ada recovery pad dari karet sebagai alat bantu ban saat terjebak di tanah dan lumpur, memiliki laju dengan kecepatan sampai 100 km per jam di jalan perkotaan. Dilengkapi penembakan vulkano gas air mata, mampu membubarkan pengujuk rasa.
Dimodifikasi dengan penambahan dua vulkano penembak gas air mata berkaliber 38 di bagian sisi kanan dan kiri berisi sebanyak 15 peluru gas air mata, dapat ditembakkan secara otomatis 15 peluru dan sistem manual sekali tembak 5 peluru.
Kendaraan ini dapat menampung 4 personel dua di depan sebagai driver dan komandan tim serta dua personel di tengah atau VIP dalam tugas evakuasi situasi urgent dalam formasi perlawanan teror. Pada sisi luar kanan dan kiri, sebanyak 8 personel berdiri di atas kickstand berpegangan pada handgrip.
Di medan tempur, kendaraan patroli jarak jauh Brimob ini dilengkapi dengan mounting gun persenjataan serbu Brimob. Rimueng mampu menjelajah medan ekstrem tanjakan hingga kemiringan 60 derajat bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam.