Kepergian Affan Kurniawan (21) masih menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga teman-teman semasa SMP.
Di pusaranya di TPU Karet Bivak, Jakarta, sejumlah kawan lamanya ketika menempuh pendidikan di SMP Al Ikhsan, Jakarta Pusat, hadir dan menceritakan sosok Affan yang mereka kenal sejak kecil.
“Wah dia itu ya, loyal banget, selalu ada buat teman-teman,” kata Hakim mengenang Affan. Pernyataan ini pun diamini oleh teman-temannya yang lain.
“Siapa aja nih yang kesusahan, dia pasti yang pertama dateng,” kata Daffa.
Affan diketahui tidak melanjutkan pendidikan ke SMA karena memilih bekerja untuk membantu ekonomi keluarga.
Meski jalannya berbeda dengan kebanyakan teman-temannya, mereka menyebut Affan tetap menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak pernah meninggalkan lingkaran pertemanan lama.
Meski kenangan terakhir bersama Affan terjadi tahun 2019 lalu, mereka bercerita masih sering berbagi kabar lewat grup WhatsApp.
“Dulu 2019 terakhir kita bagi-bagi takjil bareng, itu sebelum COVID-19,” kenang Daffa.
Bagi mereka, Affan adalah contoh anak muda yang berani mengambil tanggung jawab besar di usia belia. Meski tidak melanjutkan pendidikan formal, semangatnya untuk berbakti pada keluarga membuatnya dihormati oleh orang-orang di sekitarnya.
Kabar duka tentang meninggalnya Affan, pemuda yang tewas usai terlindas kendaraan taktis (rantis) di sekitar Kompleks Parlemen, membuat teman-teman SMP-nya terkejut dan tak percaya.
Beberapa dari mereka mengaku pertama kali mengetahui kabar itu dari berita di media sosial. Saat melihat nama dan foto yang beredar, mereka seketika syok.
“Awalnya lihat di Instagram, terus makin kaget pas tahu ternyata itu Affan, teman deket kita sendiri,” kata Hakim.
“Dia orang baik, orang baik,” tuturnya.