Komedian senior Jaja Miharja berbagi kabar mengenai kondisi kesehatannya, khususnya terkait pemulihan pada bagian kaki. Kini, kondisi kakinya sudah jauh lebih baik.
"Sudah 95 persen lah, Ayah jalan juga bisa sebetulnya, cuma sampai situ harus berhenti," ujar Jaja Miharja dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/8).
Meski sudah berjalan, Jaja masih harus membatasi durasi saat berdiri.
"Mesti berhenti, berdiri enggak bisa lama, tapi kalau ngitung, tahu," tambahnya.
Kondisi sakitnya tidak menyurutkan semangat Jaja untuk terus berkarya. Ia memastikan bahwa aktivitas membaca naskah untuk film masih bisa ia lakukan dengan baik.
"Masih boleh (main film) baca naskah, masih oke," ungkapnya.
Untuk pengobatan, Jaja menjelaskan bahwa kini sebulan sekali dirinya harus ke dokter. Kondisi kesehatannya semakin stabil dan tidak memerlukan perawatan intensif seperti sebelumnya.
Jaja berbagi cerita mengenai penyebab masalah pada kakinya. Masalah kesehatan yang dialaminya ternyata disebabkan oleh penggumpalan darah.
"Ayah dulu waktu mudanya, Ayah enggak pernah duduk kalau kerja. Jadi ada darah yang menggumpal, kata dokter, kalau enam bulan Ayah enggak sempurna dilaser kaki sampai paha, bayangin kalau enggak baik, tapi udah baik," jelasnya.
Ada beberapa pantangan makanan bagi Jaja Miharja, yaitu daging kambing dan kacang-kacangan.
"Dilarangnya yang kita suka lagi, enggak boleh makan kambing kesayangan gue. Dokter bilang jangan makan kambing dalam hati gue susah," ujar Jaja.
Dalam menjalani diet dan menjaga kesehatan, Jaja Miharja mengaku cucu-cucunya sangat ketat mengawasinya.
"Cucu lah, misalnya begini, Ayah lagi makan kacang, makan begini, baru ngegarot. Ayah nengok barang lima menit udah enggak ada (kacangnya)," ucap Jaja.
Pelawak berusia 83 tahun itu sempat bercerita pernah ketahuan "bandel" oleh dokter.
"Pernah. Jadi begini, waktu malem-malem kan mestinya enggak makan kalau malem, Ayah makan nasi goreng. Paginya ketahuan (dokter). 'Ayah makan apa nih?' 'Enggak' 'Yang bener, makan apa?' Tahu dia," tutur Jaja.
"Sekarang nih jangan makan minyak, goreng-gorengan maksudnya. Jadinya yang boleh nih, tahu," lanjutnya.
Meski harus beradaptasi dengan pola makan baru dan batasan fisik, semangat Jaja Miharja untuk menghibur masyarakat lewat akting tidak luntur.