Seorang bayi perempuan berusia 11 bulan menjadi korban gas air mata polisi saat demo ricuh di sekitar Jalan Petamburan, Jakarta, Kamis (28/8). Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pelni.
"Bayi itu sebenarnya warga sekitar sini, sekitar Jalan Petamburan. Cuma kan karena malam itu banyak gas air mata, jadi mungkin sisa-sisa gas itu masuk ke dalam tuh lewat jendela rumah kan, agak sesak," kata VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni, Abdul Aziz Purnomo, Jumat (29/8).
Abdul mengatakan, bayi itu sempat dibawa ke IGD rumah sakitnya. Meski begitu ia tidak sampai dirawat inap.
"Bayi itu langsung dibawa IGD, itu kita cuma kasih oksigen, itu sudah membaik lagi,” ujarnya.
"Jadi waktu malam, tadi malam sudah bisa dipulangkan. Hanya sesak napas dikit aja,” tambahnya.
RS Pelni menerima 14 korban luka-luka saat demo ricuh. 10 di antaranya dilakukan rawat jalan.
“Lokasi demo kayaknya yang ramai dekat perbatasan Slipi, nah kemungkinan korban-korban yang sekitar situ tuh. Ada yang lalu-lalang warga sipil, kadang terkena dampak,” jelasnya.
Berikut daftar korban yang ditangani RS Pelni: