Meski begitu, mengambil selfie ternyata tidak bisa sembarangan traveler lakukan, karena bisa berujung maut. Dilansir New York Post, sebuah studi terbaru dari The Barber Law Firm mengungkap daftar negara paling berbahaya untuk selfie. Hal ini didasari insiden yang tercatat sejak Maret 2014 hingga Mei 2025.
India menempati posisi teratas sebagai negara paling mematikan untuk selfie, dengan 42,1 persen dari seluruh insiden di dunia. Dari total 271 kasus, 214 di antaranya berujung kematian dan 57 lainnya cedera.
Faktor seperti padatnya populasi, akses mudah ke lokasi berisiko tinggi seperti tebing dan rel kereta, serta budaya media sosial yang kuat disebut menjadi pemicu utama.
Amerika Serikat berada di posisi kedua, namun dengan angka jauh lebih rendah, yakni 45 insiden (37 kematian dan 8 cedera).
Disusul Rusia di urutan ketiga dengan 19 kasus, Pakistan di urutan keempat dengan 16 kematian, dan Australia di posisi kelima dengan 15 insiden (13 kematian, 2 cedera).
Menariknya, Indonesia juga masuk dalam daftar 10 besar, dengan total 14 insiden terkait selfie. Negara lain yang masuk daftar, antara lain Kenya, Inggris, Spanyol, dan Brasil, masing-masing mencatat 13 kasus.
Menurut studi ini, penyebab utama kematian terkait selfie di seluruh dunia adalah jatuh dari ketinggian, yang mencakup 46 persen insiden. Baik dari atap gedung, tebing, maupun struktur tinggi lainnya, jatuh masih menjadi faktor paling sering dan paling fatal.
“Kecenderungan ini menunjukkan bahwa demi validasi di media sosial, banyak orang rela mempertaruhkan nyawa. Padahal, foto sempurna tidak sebanding dengan risikonya,” kata Kris Barber, Pendiri dan Penasihat Hukum The Barber Law Firm, dalam pernyataannya.
Ia menambahkan, sebagian besar tragedi sebenarnya bisa dihindari hanya dengan “melangkah sedikit mundur” atau mencari sudut pandang yang lebih aman.
Daftar 10 Negara Paling Berbahaya untuk Selfie
2. Amerika Serikat - 45 kasus
Dengan popularitas platform seperti Instagram dan TikTok, tekanan untuk menghasilkan foto menakjubkan semakin b...