
AKSI unjuk rasa yang dilakukan ratusan mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), dan warga di Kantor DPRD Provinsi Jambi, Jumat (29/8) sore, berlangsung ricuh. Aksi itu dipicu isu kenaikan tunjangan anggota dewan dan tewasnya pengemudi ojek daring akibat dilindas kendaraan brimob di Jakarta.
Selain menyebabkan kaca jendela pecah, aksi yang diwarnai pelemparan batu oleh massa menyebabkan tiga anggota polisi terluka. Bahkan, satu unit mobil dinas anggota DPRD Provinsi Jambi hangus dibakar massa.
Kapolresta Jambi Komisaris Besar Boy Sutan Binanga Siregar, membenarkan tiga anggotanya yang dikerahkan untuk mengawal aksi demo itu terluka pada bagian muka, serta kepala akibat kena lemparan benda keras.
Kendati sejumlah anggota terluka, Boy menegaskan pihaknya tidak melakukan penangkapan dan tindakan yang represif terhadap para peserta aksi. Ia pun meminta para personel untuk tetap mengawal aksi unjuk rasa itu dengan profesional, humanis, dan mematuhi standar operasional yang telah digariskan. (SL/P-2)