GERBANG Tol Pejompongan yang berada di depan gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta terbakar pada Jumat malam, 29 Agustus 2025. Api melalap gerbang tol tersebut di tengah demonstrasi yang dipicu oleh tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, karena dilindas kendaraan taktis atau rantis polisi.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Api mulai terlihat di Gerbong Tol Pejompongan pada sekitar pukul 21.10 WIB. Ketika itu ribuan demonstran masih berunjuk rasa di kawasan depan kompleks DPR.
Kumpulan massa berpusat di Jalan Gatot Subroto yang bersisian dengan pagar DPR. Sebagian pengunjuk rasa juga memasuki area Jalan Tol Dalam Kota yang dibatasi pembatas jalan dengan Jalan Gatot Subroto.
Gerbang Tol Pejompongan yang terbakar berada di ruas jalan bebas hambatan tersebut. Sebelum terbakar, gerbang tol itu tampak sudah dicoret-coret dengan berbagai tulisan seperti "polisi pembunuh" hingga "1312".
Awalnya, titik api hanya tampak di salah satu sudut gerbang tol tersebut. Api dimulai dari sisi bawah bangunan itu. Beberapa menit kemudian, api menyebar hingga atap gerbang tol. Hingga pukul 21.50 WIB, api masih tampak di Gerbang Tol Pejompongan.
Wito, salah seorang demonstran berusia 26 tahun, menyebut kebakaran itu terjadi dengan cepat. "Sepertinya sih ada yang bakar," kata laki-laki tersebut. Namun, dia tidak melihat proses bermulanya kebakaran itu.
Ada setidaknya empat titik api di kawasan depan Kompleks Parlemen. Dua di antaranya berada di dalam jalan tol, termasuk di Gerbang Tol Pejompongan. Selain bangunan itu, titik api berasal dari berbagai benda yang dibakar massa.
Menurut amatan Tempo, massa di depan DPR datang secara sporadis. Sebagian ada yang mengenakan jaket pengemudi ojek online, sebagian lagi memakai baju bebas. Tidak tampak pelajar yang mengenakan seragam atau mahasiswa yang memakai jas almamater.
Salah seorang demonstran menceritakan bahwa massa mulai memadati area depan Kompleks Parlemen sekitar pukul 15.00 WIB. Ia sendiri mewakili kelompok sipil terutama ibu rumah tangga.
"Buat anggota DPR sekolah lagi deh, kalau ngomong suka mancing emosi," kata Arum yang menolak menyebutkan nama aslinya. Arum mengatakan ia bersama masyarakat lain membawa sejumlah tuntutan.
Pertama mereka menuntut polisi untuk mengusut tuntas kematian Affan Kurniawan. Affan adalah pengemudi ojek online yang dilindas oleh kendaraan taktis Brimob pada demonstrasi kemarin. Arum juga meminta agar identitas polisi yang menabrak Affan untuk diungkap.
Selain di depan DPR, demonstrasi pada Jumat ini berlangsung di beberapa titik lain. Di antaranya di Markas Komando Brigadir Mobil atau Mako Brimob di Kwitang, Jakarta dan Kantor Kepolisian Daerah Metro Jaya atau Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek online yang tewas karena dilindas kendaraan taktis atau rantis polisi. Peristiwa itu terjadi dalam demonstrasi di Jakarta yang berlangsung hingga Senin malam, 28 Agustus 2025.