PRESIDEN Prabowo Subianto melayat ke kediaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dilindas mobil Brimob pada Kamis kemarin. Prabowo datang bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto sekitar pukul 22.00.
Namun, Prabowo datang tidak melalui Jalan Gelora atau kawasan Stasiun Sudirman, tapi melalui Jalan Kudus. “Cuma 10 menit sepertinya,” kata warga sekitar yang sempat bersalaman bersama Prabowo saat ditemui di kediaman Affan, Jumat, 29 Agustus 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sementara itu, pengusaha Jalan tol Jusuf Hamka tiba lebih awal. Jusuf tiba sekitar pukul 19.00 ketika acara tahlilan berlangsung. Adapun, Jusuf juga datang ketika Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta pada Jumat pagi.
Kendati datang secara terpisah, Prabowo dan Jusuf pulang bersama melalui jalur belakang alias Jalan Kudus.
Affan Kurniawan tewas dilindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya pada Kamis, 29 Agustus 2025. Pengemudi ojol tersebut ditabrak mobil rantis yang berjalan ngebut untuk membubarkan massa. Dalam video viral yang beredar, terlihat Affan tak sempat menghindar ketika mobil baja tersebut menabraknya.
Alih-alih berhenti, mobil rantis itu malah melindas Affan yang sudah terkapar. Massa kemudian mengejar mobil tersebut hingga Markas Brimob di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Akibat peristiwa tersebut, hingga malam ini massa masih berada di sekitaran kawasan Kwitang. Mereka terus mengepung lokasi itu untuk menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa pelindasan Affan.
Adapun pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Affan. Mereka hanya berharap insiden ini diusut tuntas dan orang-orang yang bertanggung jawab dihukum secara adil. “Cukup anak saya yang jadi korban. Saya sudah serahkan kepada penegak hukum. Aparat yang anarkis harus dihukum sama seperti anak saya yang sudah meninggal,” kata Zulkifli, ayah Affan, dengan suara bergetar seusai pemakaman putranya di rumah duka Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 29 Agustus 2025.
Zulkifli menyebut Affan merupakan tulang punggung keluarga. Sehari-hari pemuda 21 tahun itu bekerja keras sebagai pengemudi ojek daring untuk membantu orang tua. “Affan selama ini tidak pernah mengeluh. Sekalipun ada sakit di badannya, dia tetap jalani demi membahagiakan ibunya dan keluarga,” ucapnya.
Menurut Zulkifli, anaknya bukan peserta unjuk rasa. Hari itu Affan berpamitan untuk bekerja. “Anak saya orang jujur. Kalau bilang narik, ya benar narik. Dia takut hal-hal begitu (demo),” kata dia.
Intan Setiawati berkontribusi dalam penulisan artikel ini.