
PRESIDEN Prabowo Subianto saat bertakziah ke rumah duka almarhum Affan Kurniawan di Jakarta, Jumat malam, menemui keluarga korban dan memberikan mereka rumah, yang merupakan mimpi Affan untuk ibundanya, Herlina.
Presiden tiba di rumah duka, yang merupakan kontrakan seluas 3x11 meter di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada pukul 21.50 WIB, untuk menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada keluarga, sekaligus mendengarkan keluhan-keluhan dan harapan mereka.
"Bapak datang langsung ke rumah. Bapak mengunjungi rumah kediaman almarhum, dan juga tadi Bapak memberikan bantuan. Bantuan, semua yang menjadi harapan, keinginan keluarga, Bapak penuhi, termasuk rumah," kata Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria saat ditemui di depan rumah duka, Jakarta, Jumat malam, selepas Presiden bertakziah.
Riza kemudian bercerita rumah yang dimiliki sendiri oleh keluarga merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh Affan untuk ibundanya, mengingat Affan dan keluarganya selama ini mengontrak di rumah petak.
Affan, pemuda kelahiran 2004, putus sekolah sejak usia 14 tahun dan kemudian bekerja menjadi penjaga portal selama 2 tahun. Affan kemudian menjalani profesi sebagai pengendara ojek online (ojol) sampai akhir hayatnya.
Riza menceritakan almarhum Affan telah menabung dan membeli sebidang tanah untuk keluarganya di Lampung dan juga telah membelikan motor untuk adik perempuannya.
Terkait bantuan rumah yang diberikan oleh Presiden kepada keluarga Affan, Riza menjelaskan rumah itu berada di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Bapak Ara sudah memberikan ya, terutama ibunya," kata Riza.
Ara yang dimaksud merujuk kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.
Riza melanjutkan Presiden Prabowo saat menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga, juga menyampaikan kepada mereka pelaku yang membunuh Affan segera ditindak sekeras-kerasnya.
Di rumah duka, jajaran menteri yang ikut bertakziah bersama Presiden, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
Ada pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Affan Kurniawan meninggal dunia karena dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) Barracuda milik Brimob Polri di kawasan Jalan Penjernihan I, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam.
Affan dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat. Tujuh polisi yang berada di dalam Barracuda itu saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Pemeriksaan mereka dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri. (Adv)