Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mengungkapkan, secara umum, aksi demonstrasi sepanjang dilakukan secara damai dan aman, tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap dunia bisnis. Namun, bila sudah menjurus ke aksi-aksi anarkis, tentu saja itu berdampak luas bagi dunia usaha.
Demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian pendapat, kritik, dan masukan yang konstruktif. Namun, bila sudah melakukan tindakan anarkis, bahkan berujung pada kerusuhan, ini tentu sudah lari dari esensi demo itu sendiri.
Lebih lanjut Ia menyebut peristiwa demo yang terjadi mulai kemarin hingga siang ini, di mana sejumlah pada tempat telah terjadi aksi anarkis, tentu mengganggu dunia usaha.
"Pengusaha juga takut membuka kantor/usahanya. Masih terbayang trauma peristiwa Mei 1998 yang tekah meluluhlantakkan sendi-sendi perekonomian bangsa ini. Ada ketakutan, bukan hanya pada pengusaha, tapi juga masyarakat luas," sebut Diana.
Tidak berjalannya usaha, bila berlarut-larut tentu akan sangat berdampak pada perekonomian secara nasional.
"Saya pantau sejumlah tempat usaha atau mal memilih tutup karena takut aksi anarkis merembet ke mana-mana. Aksi massa sejak pagi ini, menurut saya, sudah tidak jelas dan cenderung 'menyerang' sejumlah fasilitas publik," ujar Diana.
Aksi demo yang bernuansa anarkis sangat mempengaruhi perekonomian serta citra bangsa di mata internasional. Paling tidak, schedule pertemuan-pertemuan bisnis harus ditunda untuk sementara waktu oleh karena kondisi sangat tidak memungkinkan.
"Apalagi isu-isu yang berhembus hari ini sangat tidak mengenakan. Apa yang terjadi harus jadi pembelajaran semua pihak," sebut Diana.
"Kami berharap pemerintah bisa mengambil langkah-langkah komprehensif, cepat, dan tepat untuk mengatasi meluasnya demo anarkis. Juga menjaga sejumlah obyek vital negara serta tempat-tempat publik lainnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos Pengusaha Jakarta Minta Bersiap Siaga Usai Israel Serang Iran