Udang di Banten-Lampung Tak Laku-Harga Anjlok Buntut Kasus Radioaktif

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Shrimp Club Indonesia (SCI) Andi Tamsil mengungkapkan, udang dari Banten dan Lampung yang biasanya diserap eksportir besar kini menumpuk tanpa pembeli. Menyusul larangan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap udang beku impor asal Indonesia.

Buntut temuan FDA AS yang menyebut udang beku asal perusahaan RI,  PT Bahari Makmur Sejati (BMS), diduga terpapar zat radioaktif Cesium-137, penarikan dari ritel dan konsumen di negara tersebut diberlakukan sejak sekitar 2 pekan lalu.

Menurut Andi Tamsil, BMS yang tercatat sebagai eksportir sekaligus pembeli udang terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara, kini tidak bisa melakukan ekspor ke AS. Dampaknya, BMS pun menghentikan pembelian udang dari petambak.

"Ketika ada kasus seperti ini, kan PT BMS itu kan sementara ditahan tidak boleh mengekspor udang sampai kasus ini jelas. Nah karena PT BMS itu tidak bisa mengekspor udang, artinya PT BMS itu kan tidak membeli udang. Nah sehingga di beberapa tempat itu, (termasuk) Banten dan di Lampung, kebetulan juga sekarang ini ada petambak kita yang lagi panen. Karena BMS tidak membeli, berarti kan memang udang itu kan tidak terbeli," jelas Andi kepada CNBC Indonesia, Jumat (29/8/2025).

Ia menegaskan, kondisi ini benar-benar membuat penyerapan udang di Lampung dan Banten terhenti. "Sehingga ketika PT BMS itu tidak membeli udang, berarti yang di Lampung dan Banten tidak terserap. Jadi betul informasi itu," tegasnya.

Harga Udang Turun Drastis

Imbas dari penghentian pembelian PT BMS juga terlihat pada harga. Andi menyebut harga udang di tingkat petambak anjlok hingga Rp10 ribu per kilogram.

"Sejak BMS itu tidak membeli, harga sudah turun, ada yang sampai Rp10.000 per kilo, sudah turun, harga itu turun, sudah 2-3 kali turun. Jadi harga dari sebelumnya itu dengan sekarang sudah turun Rp10.000-Rp12.000. Jadi kalau misalnya yang lalu harganya Rp70.000 per kg, sekarang mungkin Rp58.000 atau Rp60.000 per kg," katanya.

Ia pun meminta pihak lain yang masih bisa membeli udang tidak memanfaatkan situasi untuk menekan harga lebih rendah. "Jangan menekan harga, mentang-mentang PT BMS tidak membeli, kemudian ada yang membeli, yang membeli itu jangan menekan harga. Dan jangan membatasi pembelian, kalau ada teman-teman kita petambak udang yang sedang panen, ya tolonglah dibeli, karena kalau tidak dibeli, udang kita kan bisa rusak," tegas dia.

Sejalan dengan itu, Andi mengatakan pihaknya juga telah menghimbau para petambak agar menunda panen bila kondisi tidak mendesak. Hal ini demi menghindari kerugian lebih besar.

"Sehingga kita juga minta kepada teman-teman petambak, kalau udang itu masih bisa ditahan, ditahan dulu, jangan dipanen dulu. Tunggu lah situasi semakin membaik, karena kalau sekarang ini kan pasti harga turun nih sekarang," ujar Andi.

Menurutnya, persoalan utama bukan pada kualitas udang Indonesia secara umum, melainkan kasus khusus yang menimpa PT BMS. "Padahal menurut kami, udang kita yang bersoal di Amerika bukan soal harga, tapi ini kan soal kandungan radioaktif yang tidak diperbolehkan," tegasnya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) beberapa waktu lalu mengumumkan penarikan udang beku dari Indonesia yang dipasarkan dengan merek Great Value di Walmart. Hasil investigasi FDA menunjukkan kontainer udang milik PT BMS Foods terdeteksi mengandung isotop Cesium-137.

Di dalam negeri, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) telah menurunkan tim untuk menyelidiki sumber kontaminasi. Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Bapeten, Ishak, menyebut paparan radiasi ditemukan di area pengumpulan besi bekas dekat pabrik PT BMS.

"Penyelidikan menemukan adanya material logam yang terindikasi mengandung zat radioaktif Cs-137," ujar Ishak.

Bapeten bersama kepolisian kini memperluas pemantauan radiasi hingga radius dua kilometer dari lokasi temuan, sekaligus mengamankan area tersebut.

Sementara itu, Shrimp Club Indonesia (SCI) berharap pemerintah bisa segera menuntaskan masalah ini agar ekspor udang Indonesia kembali berjalan normal.

"Kita minta pemerintah betul-betul lebih tegas, agar udang kita itu tidak terkontaminasi, lakukan pemeriksaan yang sebaik-baiknya," tutup Andi.


(dce)
[Gambas:Video CNBC]

Next Article Video:Trump Bikin Nelayan & Eksportir Udang Teriak, DPR Lakukan Apa?

Read Entire Article