Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana membangun kilang minyak modular berkapasitas 1 juta barel per hari (bph). Adapun, dalam pembangunan kilang ini, rencananya akan dilakukan di 17 lokasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim ke Angola, Afrika, untuk mempelajari pembangunan kilang minyak modular. Targetnya, di bulan depan pihaknya dapat melakukan finalisasi terkait rencana pembangunan mega proyek tersebut.
"Tim kita sudah pulang dan September ini mau dilakukan finalisasi tim kami dari Angola untuk mengecek pabrik-pabrik industri mereka yang sudah jalan kemudian di September ini kita akan melakukan finalisasi yang kedua," ungkap Bahlil di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Sebelumnya, Bahlil mengatakan, pihaknya telah diberikan arahan oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan ketahanan energi di dalam negeri, salah satunya dengan pembangunan kilang minyak baru berkapasitas hingga 1 juta barel per hari (bph).
"Nah terkait dengan kondisi itu, Pak Presiden memberikan arahan kepada kami untuk membangun kilang 1 juta barel untuk meningkatkan ketahanan energi nasional kita," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip Senin (21/4/2025).
Menindaklanjuti hal tersebut, Bahlil mengatakan akan membentuk tim yang melibatkan Kementerian ESDM, SKK Migas, PT Pertamina (Persero), dan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk melakukan kajian pendalaman terkait kelayakan pembangunan kilang minyak.
Bahlil mencontohkan, biaya yang dibutuhkan untuk membangun kilang dengan kapasitas 500 ribu bph saja diproyeksikan mencapai US$ 13 miliar atau setara Rp 16,56 triliun (asumsi kurs Rp 16.560 per US$).
"Kita lagi hitung ya. Memang sekarang ada dua konsep. Kalau kita membangun 500 ribu barel refinery itu asumsinya itu ada dua ya. Satu kalau kita membuat satu tempat itu sekitar US$ 12,5 sampai US$ 13 miliar," bebernya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Artinya, jika kilang yang ingin dibangun memiliki kapasitas 1 juta bph, maka hitungan kasar investasi pembangunan kilang tersebut akan lebih tinggi dari US$ 16 miliar setara Rp 33,12 triliun.
Supaya bisa tetap merealisasikan rencana pembangunan kilang dengan kapasitas yang diinginkan itu, Bahlil mengatakan akan ada kilang-kilang di dalam negeri dengan berbagai kapasitas di beberapa lokasi yang akan terakumulasi menjadi kapasitas 1 juta bph.
(wia)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gawat! Bahlil Buka-Bukaan Nilai Impor Minyak RI Capai Ratusan Triliun