
TIM media mengamankan seorang balita yang terkenal gas air mata. Bayi tersebut menangis sembari digendong ibunya sekitar pukul 21.25 WIB, Jumat (29/8).
"Bawa masuk, bawa masuk," kata salah seorang anggota tim medis, Jumat (29/8) malam.
Ibu dan balita tersebut lalu dibawa ke dalam untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
"Jangan ada yang masuk selain medis," kata anggota medis yang lain.
Sebelumnya, aksi massa di depan Markas Polda DIY masih berlangsung hingga pukul 21.30 WIB. Massa pun tetap bertahan walau diberondong peluru gas air mata.
Puluhan ribu peserta aksi itu juga meneriakkn beberapa kata, seperti 'pembunuh' dan 'revolusi"
Dari pantauan Media Indonesia, massa melakukan aksi di depan pagar Markas Polda DIY. Mereka membawa berbagai alat yang ada di jalan sebagai senjata, seperti rambu lalu-lintas hingga kayu. (AT/P-2)