
Campak bukan sekadar penyakit masa lalu, melainkan ancaman nyata hingga kini. Penyakit sangat menular ini ditandai demam, sakit tenggorokan, dan ruam yang cepat menyebar. Penularannya bisa terjadi hanya lewat percikan air liur.
Sayangnya, banyak faktor pemicu campak kerap terabaikan. Berikut 10 di antaranya:
1. Virus Campak
Disebabkan virus rubeola dari keluarga Paramyxoviridae. Masuk melalui mulut, hidung, atau mata, lalu menyerang sistem imun dan menyebar ke organ vital.
2. Tidak Divaksinasi
Tanpa vaksin, risiko tertular sangat tinggi. Vaksin membentuk pertahanan utama melawan campak.
3. Perjalanan ke Luar Negeri
Mengunjungi negara dengan kasus tinggi dan cakupan vaksin rendah meningkatkan kemungkinan penularan.
4. Kekurangan Vitamin A
Defisiensi vitamin A membuat tubuh lebih rentan dan gejala lebih berat, bahkan menimbulkan komplikasi.
5. Benda Terkontaminasi
Menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terpapar cairan penderita dapat menularkan virus.
6. Bayi Belum Layak Vaksin
Bayi di bawah usia vaksinasi (9 bulan) sangat rentan.
7. Vaksinasi Tidak Lengkap
Hanya satu dosis MMR tidak cukup. Perlindungan optimal butuh dua dosis: 12-15 bulan dan 4-6 tahun.
8. Tinggal Bersama Penderita
Berinteraksi dekat atau merawat penderita sangat berisiko, bahkan sebelum ruam muncul.
9. Imunitas Lemah
Penderita HIV/AIDS, kanker, atau gangguan imun lain lebih mudah terinfeksi dan mengalami gejala berat.
10. Ruangan Tertutup Bersama Penderita
Virus bisa bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita pergi. Risiko sangat tinggi tanpa jarak aman.
Hal-hal yang sering dianggap sepele justru memberi ruang bagi virus untuk terus menyebar. Dengan vaksinasi lengkap, kebersihan diri, dan kewaspadaan lingkungan, campak dapat dicegah dan bukan mustahil dikendalikan sepenuhnya. (Z-10)
Sumber: Halodoc, Alodokter, WHO