
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penambahan lifting minyak 10.000-15.000 barel per hari (BPH) dari pengelolaan sumur masyarakat oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), koperasi, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan penambahan lifting minyak tersebut seiring dengan legalisasi sumur masyarakat, yang awalnya tidak berdasar hukum alias ilegal, melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025.
"Untuk prediksi dengan adanya pemberian legalitas dan juga ini akan tercatat sebagai lifting, kita mengharapkan tambahan liftingnya itu adalah sekitar 10.000 sampai dengan 15.000 barel per hari," ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (1/7).
Yuliot menjelaskan, penambahan ini diharapkan bisa membantu pencapaian target 1 juta barel per hari pada tahun 2029, di mana realisasi lifting minyak nasional di kisaran 600.000 barel per hari, sehingga butuh tambahan 400.000 barel per hari.
Jumlah sumur minyak masyarakat dan badan usaha potensial yang bisa mengelolanya masih dalam proses inventarisasi oleh tim gabungan pemerintah daerah hingga SKK Migas sampai akhir Juli 2025.
"Mungkin di Agustus itu baru sebagian. Tapi paling tidak sampai dengan akhir tahun ya kita menargetkan 10 ribu sampai 15 ribu (barel per hari)," imbuhnya.

Di kesempatan terpisah, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengharapkan hasil produksi sumur masyarakat yang tercatat dalam lifting nasional pada Agustus 2024.
Hal ini untuk mendukung skenario target optimistis (high case) lifting minyak sebesar 626,9 ribu barel per hari sepanjang tahun 2025, lebih tinggi dar target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari.
"Terutama khusus jika sumur masyarakat nanti bisa diproduksi di bulan Agustus. Kita berharap kalau di bulan September itu on stream maka sudah bisa mencapai 605 barel oil per day. Nah kami berharap di bulan Agustus ini untuk memastikan kembali kita mencapai high case," jelas Djoko saat RDP Komisi XII DPR, Selasa (1/7).
Dalam Permen ESDM No 14 Tahun 2025, kerja sama terdiri dari 3 skema. Pertama, kerja sama sumur minyak BUMD, Koperasi, UMKM dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terhadap lebih dari 7.000 sumur, dengan produksi minyak setidaknya 10.000 barel per hari atau lebih.
Kemudian, kerja sama operasi/teknologi utamanya mendorong kerja sama reaktivasi sumur dan lapangan idle. Potensi kerja sama mitra 2.500 sumur dan lebih dari 100 lapangan/struktur, dengan potensi pengembangan minyak bumi 440 juta barel dan gas bumi 3,3 TCF.
Terakhir, kerja sama pengusahaan sumur tua yang sudah berjalan melalui sejak 2008 dan terus ditingkatkan reaktivasi. Terdapat 1.400 sumur dengan produksi minyak 1.600 barel per hari yang berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi.