Lampung Geh, Bandar Lampung - Dokter Billy Rosan mengaku tidak menerima keluhan terkait tindakan operasi terhadap pasien bayi Alesha Erina Putri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek.
Hal tersebut diungkapkan oleh dr Billy saat konferensi pers. Ia mengatakan dirinya menjalin hubungan cukup baik dengan keluarga pasien.
Ia menyebutkan selama berkomunikasi, keluarga pasien bukan mengeluhkan tindakan operasi yang telah dilakukan, melainkan pelayanan di RSUDAM.
"Keluhan pasca operasi ke saya tidak ada, itu masih ada wa nya, dia ngomong sopan. Ibunya bercerita keluhan lain, pelayanan di RS tidak ada perawat yang standby disitu," katanya.
Atas informasi itu, dirinya kemudian menginvetigasi ternyata perawat yang berjaga pada saat itu hanya 2 orang.
"Saya investigasi, ternyata yang jaga perawat disitu hanya 2 orang dengan melayani begitu banyak pasien, saya bilang wajar aja berarti kewalahan berartikan SDM kurang," ucapnya.
Dr Billy menambahkan tindakan operasi berjalan selama 2,5 jam mulai pukul 11.30-14.00 WIB. Setelah itu, tim anestesi yang bertugas memonitor pasien.
"Saya sebagai dokter operator setelah selesai operasi masuk ke ruang pemulihan. Tim anestesi bekerja sejak awal mulai persiapan operasi sampai setelah operasi. Kemudian setelah itu, saya tidak ada berita lagi, tidak ada pengaduan dari perawat," ucapnya.
Tiba-tiba, kata dr Billy, dirinya mendapatkan informasi dari dokter jaga bahwa kondisi pasien memburuk sehingga ia meminta agar pasien masuk ke ICU.
"Ternyata ICU penuh, saya bilang usahakan ICU di RS lain artinya saya punya usaha untuk menolong pasien ini, oke saya nanti carikan tapi kan pasien BPJS tidak bisa pindah gitu saja," ungkapnya.
"Pada saat itu saya kontak lagi pasien sudah meninggal, saya pagi rencana mau berbicara terkait alat alat ini karena alat itu tidak terpakai akan saya kembalikan, tidak sempat karena sudah meninggal jadi saya belasungkawa ucapan lewat WhatsApp di situlah ibunya cerita keluhannya," pungkasnya. (Yul/Put)