Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Australia menyoroti pentingnya penguatan kerja sama ekonomi kawasan dan menjaga lingkungan perdagangan yang kondusif, di tengah gejolak global.
Penguatan kerja sama ekonomi tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono, Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles, melalui pernyataan bersama yang dikutip melalui laman web Kementerian Luar Negeri Australia, Jumat.
Para menteri Indonesia dan Australia tersebut bertemu dalam the Ninth Australia-Indonesia Foreign and Defence Ministers’ 2+2 Meeting yang berlangsung di Parliament House Australia pada Kamis (28/8).
“Para menteri mengakui pentingnya meningkatkan dialog dan kerja sama dalam ketahanan ekonomi dan keamanan ekonomi di tengah meningkatnya tantangan ekonomi global,” kata pernyataan bersama tersebut.
Sebagai inti dari hubungan ekonomi kedua negara, para menteri menyambut baik peran Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) dalam menciptakan kemakmuran bersama dan memperdalam ketahanan ekonomi.
“Para Menteri mencatat kemajuan yang solid dalam peningkatan perdagangan dan investasi dua arah di bawah IA-CEPA. Mereka menyambut baik pengumuman terbaru dari para Pemimpin untuk melakukan tinjauan terhadap IA-CEPA,” ucap pernyataan itu.
Menggarisbawahi pertumbuhan hubungan ekonomi bilateral di bidang-bidang utama, para menteri menyambut perkembangan positif dalam kerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, termasuk manufaktur baterai dan industri kritis di Indonesia dan Australia.
Menlu Sugiono, Menhan Sjafrie, Wakil Perdana Menteri Marles juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk mendukung ketahanan pangan dan memfasilitasi perdagangan dua arah dalam produk pertanian.
Tak hanya itu, mereka turut menyambut baik pembentukan Gugus Tugas Geoekonomi ASEAN baru-baru ini dan tujuannya untuk memperkuat ketahanan kawasan, mendorong integrasi ekonomi, serta menghadapi tantangan dalam lanskap geoekonomi yang berubah.
Secara khusus, Marles menegaskan kembali dukungan Australia terhadap persiapan Indonesia untuk bergabung dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).
Indonesia saat ini sedang dalam proses menuju keanggotaan penuh OECD, yang ditandai dengan penyerahan initial momerandum oleh Indonesia pada Mei 2025 untuk memulai pembukaan diskusi aksesi. Sedangkan surat permintaan resmi aksesi ke CPTTP telah diajukan lebih dulu pada September 2024.
Baca juga: Kemenkebud-PPIAQ perkenalkan seni budaya Indonesia di Australia
Baca juga: Menlu dan Menhan akan angkat diskusi geostrategis di Australia
Baca juga: KemenPANRB-APSC bahas aksesi Indonesia ke OECD
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.