Seorang driver ojek online asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta.
Korban bernama Moh Umar Amarudin, warga Kampung Sukamukti RT 001/001, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang. Foto Umar beserta KTP miliknya beredar pada Kamis (28/8) malam.
Kepala Desa (Kades) Cikidang Suhendra membenarkan bahwa Umar adalah warganya. Menurut dia, pada Kamis (28/8) malam, mobil ambulans desa berangkat dengan tujuan menjemput Umar dan tiba di Jakarta Jumat (29/8) sekitar pukul 02.00 dini hari
Namun, Umar tidak bisa dibawa pulang karena masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelni. Umar harus menjalani perawatan sampai sembuh.
"Tidak bisa korban itu dibawa pulang karena dirawat di Rumah Sakit Pelni dibiayai oleh Pemda Jakarta karena warga Cikidang itu bukan pelaku pendemo tapi intinya korban," kata Suhendar kepada kumparan.
Menurut dia, dari tim ambulans desa telah bertemu langsung dengan Umar. Umar mengungkapkan luka apa yang dialaminya.
"Yang patah itu tulang iga," ungkap Suhendar.
Adapun dari kronologis yang disampaikan Umar, pada saat kejadian dirinya ketika itu sedang mengantar penumpang. Namun, ketika menurunkan penumpang, dia mengaku langsung diserang diduga oleh oknum aparat. Belum ada penjelasan lebih lanjut lokasi terjadinya insiden.
Suhendar menyatakan bahwa Umar sudah 5 tahun merantau ke Jakarta dengan pekerjaan sebagai ojek online. Umar tinggal ngekost di Jakarta.
"Sudah 5 tahun, tinggal ngekost," ujarnya.
Belum ada keterangan dari pihak kepolisan mengenai insiden tersebut.
Dalam insiden pada Kamis malam (28/8), seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan (21 tahun) tewas setelah dilindas kendaraan taktis Baracuda Polri.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit meminta maaf atas terjadinya insiden tersebut. Ada 7 orang polisi diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan atas kasus itu.