
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Arab Saudi, salah satunya membahas evaluasi penyelenggaraan haji. Sejauh ini, semua pihak sudah punya catatan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan usai penyelenggaraan haji 2024, para pemangku kepentingan terkait memiliki catatan masing-masing.
“Kemarin dari teman-teman pengawas haji DPR juga memberikan masukan, kemudian dari pemerintah Arab Saudi juga memberikan masukan,” kata Prasetyo kepada wartawan di Halim, Jakarta, Selasa (1/7).
“Kita sendiri pemerintah Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Haji juga memiliki catatan-catatan yang kita menyadari bahwa pelaksanaan haji masih banyak yang harus diperbaiki,” ucap dia.

Kunjungan Prabowo kali ini bertepatan dengan proses kepulangan jemaah haji ke tanah air.
Ini momentum yang baik untuk membahas evaluasi dan perbaikan ke depan dalam penyelenggaraan haji.
“Ini waktunya bertepatan sekali dengan selesainya penyelenggaraan haji yang cukup waktu supaya kita penyelenggaraan tahun haji yang berikutnya akan jauh lebih baik lagi,” kata Prasetyo.

Sebelumnya Deputy Kemenhaj dan Umrah Saudi berpesan agar seluruh stakeholders di Indonesia untuk mempersiapkan penyelenggara haji sedari awal.
Menurut Hilman, Hasan Munakirah meminta agar proses persiapan dilakukan lebih dini, sesuai tahapan yang sudah ditetapkan Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi telah memberikan timeline penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 H. Info tahapan haji tahun depan itu diberikan pada pertemuan penutupan penyelenggaraan haji 2025 di Makkah, 12 Zulhijjah 1446 H atau 8 Juni 2025.
“Tahapan itu mulai dari penetapan kuota, penetapan lokasi di Masya’ir, persiapan kontrak, penentuan jemaah, pelunasan dan lainnya. Ini memang disarankan lebih awal,” kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief.
“Tentu kami akan menyampaikan ini kepada stakeholders terkait untuk penyelenggaraan haji 1447 H. Semoga kita semua diberikan kemudahan,” tambahnya.