
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyinggung gaya baru pemerintahan Presiden Subianto yang responsif dan gerak cepat. Salah satunya soal masalah pendangkalan Pelabuhan Baai yang membuat Pulau Enggano di Bengkulu terisolasi.
Untuk Enggano, Prabowo langsung menelurkan sebuah Instruksi Presiden (Inpres) untuk menyelesaikannya. Namun, Prasetyo tidak merinci isi Inpres tersebut.
“Menyelesaikan Pulau Enggano memang bersama-sama ya inilah boleh kita sebut gaya baru pemerintahan sekarang kita coba responsif dan memang seharusnya,” kata Prasetyo kepada wartawan di Halim, Jakarta, Selasa (1/7).
Inpres Enggano ini berfungsi sebagai payung hukum dan sinkronisasi pembagian kinerja antara kementerian dan lembaga untuk menyelesaikan kasus ini.
Tak cuma soal Enggano, beberapa kali Prabowo dan jajarannya pernah juga membatalkan kebijakan terkait gas elpiji 3 kg yang sempat membuat kisruh. Selain itu, pemerintah juga sempat mengumumkan kenaikan tunjangan guru hingga hakim.
“Dan memang seharusnya menurut kami memang seperti itu karena permasalahan di masyarakat kan tentunya dinamika itu terjadi dengan sangat cepat dengan segala jenis permasalahan,” tambahnya.

Politisi Gerindra itu juga menyebutkan koordinasi antara eksekutif dengan legislatif saat ini juga berjalan lancar sehingga kebijakan-kebijakan pemerintah dapat terlaksana dengan cepat.
“DPR juga sekarang kita komunikasi sangat mudah sekali saya dengan pimpinan-pimpinan DPR karena kebetulan juga dulu pernah di tugas di sana,” ucap dia.
“Jadi komunikasinya enak sehingga banyak permasalahan-permasalahan yang bisa dengan cepat kita cari jalan keluarnya,” tutup dia.