Massa aksi di depan Gedung DPR RI terus melakukan aksi pembakaran, Jumat (29/8). Salah satu yang menjadi sasaran adalah water barrier yang ada di sepanjang jalan.
Bukan hanya separator jalan, sejumlah barang-barang mudah terbakar seperti batang pohon dan kertas juga dikumpulkan. Mereka lantas membakarnya.
Api tampak berkobar sangat besar. Para massa aksi tampak bersorak riuh di depan gedung DPR RI.
Keriuhan tersebut tak berlangsung lama, polisi kemudian melontarkan gas air mata. Para massa aksi lantas mundur usai merasakan efek dari gas air mata itu.
Beberapa dari mereka terlihat saling membagikan pasta gigi satu sama lain. Demonstran lalu menjauhi titik api yang terletak di persimpangan arah Slipi dan Palmerah.
Meski dilanda hujan deras, massa aksi terlihat masih bersemangat meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja DPR RI.
Tuntutan yang mereka suarakan juga masih sama dengan aksi mahasiswa di Mapolda Metro Jaya. Yakni, menolak tindakan represif oknum Polri.
Aksi tersebut merupakan imbas dari tewasnya driver ojol, Affan Kurniawan (21), yang tewas dilindas rantis Brimob Polda Metro Jaya. Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8) siang.