Massa aksi masih bertahan di depan Polda DIY, pukul 21.00 WIB, Jumat (29/8). Polisi berkali-kali menembakkan gas air mata ketika massa mendekat ke Polda DIY.
Massa berlari ke arah barat ketika gas air mata ditembakkan. Mereka mencari keran-keran air di bangunan sekitar untuk meredakan panas dan perih gas air mata.
Saat berusaha merangsek ke Polda DIY, masa membawa peralatan seperti kayu, bambu, dan besi rambu lalu lintas yang diambil dari sekitar lokasi.
Pantauan kumparan, api juga tampak masih menyala di depan Polda DIY.
Pesan redaksi: Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.