WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka memanggil perwakilan pengemudi ojek online ke Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Ahad siang, 31 Agustus 2025. Salah seorang pengemudi ojek online Rio mengatakan pertemuan itu untuk membahas kelanjutan kasus Affan Kurniawan yang tewas dilindas mobil Brimob saat aksi demonstrasi pada 28 Agustus 2025.
"Kami menekankan kepada wakil presiden agar kasus Affan bisa diproses secara transparan," katanya dihubungi pada Ahad, 31 Agustus 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Rio dan perwakilan pengemudi ojek online tak sepakat dengan keputusan kepolisian yang menetapkan tujuh polisi pelindasan Affan ditempatkan khusus selama 20 hari. Dia meminta agar seluruh pelaku dihukum seberat-beratnya dengan proses yang transparan.
Apalagi, ujar dia, para pengemudi ojek online telah menyepakati permintaan pemerintah untuk tidak berunjuk rasa kembali. "Sejak semalam komunitas ojek online sudah menyatakan tarik mundur, tidak demo lagi," ucapnya.
Dia mengungkapkan Gibran berjanji bakal mengusut kasus kematian Affan hingga tuntas. Gibran, kata dia, juga berjanji para pelaku pelindasan itu dihukum setimpal.
Agenda pertemuan Gibran dengan perwakilan pengemudi ojek online nyaris batal dihelat. Penyebabnya RI 2 itu dijadwalkan mengikuti sidang kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri pada Ahad siang, 31 Agustus 2025.
Rio bercerita informasi pembatalan pertemuan itu disampaikan ketika sejumlah perwakilan pengemudi ojek online telah tiba di kantor Gibran. "Lalu diajak makan siang dengan stafnya, kemudian dikasih uang pengganti transportasi," ucapnya.
Kurang lebih 30 menit setelah memulai makan siang, ujar dia, Gibran menemui para pengemudi ojek online tersebut. Driver lain yang turut hadir, Roy mengatakan pertemuan dengan wakil presiden berlangsung selama satu jam.
Pada Ahad siang di penghujung Agustus ini, Gibran semula dijadwalkan menemui perwakilan pengemudi ojek online dan sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan. Sedangkan, Gibran juga dijadwalkan mengikuti rapat sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta di waktu bersamaan.
Gibran kemudian membatalkan pertemuan dengan organisasi kepemudaan. Ketua Umum Pemuda Hindu Yoga Saputra mengatakan pembatalan pertemuan itu lantaran wakil presiden harus mengikuti rapat kabinet paripurna.
"Pembatalan pertemuan diinformasikan oleh staf atau protokol wakil presiden," katanya saat dihubungi pada Ahad, 31 Agustus 2025.