
SEKELOMPOK anak muda dari komunitas kripto, Cryptocium, menggalang dana untuk korban tewas pengendara ojol Affan Kurniawan. Kegiatan ini juga menandakan bahwa anak-anak muda tidak perlu berunjuk rasa secara anarkis untuk meluapkan aspirasi atas kekecewaan. Cryptocium lebih memilih menggalang dana dengan kripto.
"Kita tidak mengacuhkan kondisi negara sekarang. Kita tetap simpati. Namun, kita memilih menggalang dana untuk Affan. Ini mencerminkan bahwa anak muda juga tidak acuh dan juga perduli dan bisa memilih langkah positif," kata Belva, pendiri Cryptocium, dalam keterangan tertulis, Minggu (31/8).
Komunitas crypto itu menunjukkan bahwa dunia web3 bukan hanya soal chart dan profit, tetapi juga soal kepedulian. Selama 24 jam terakhir, Cryptocium menggalang dana solidaritas melalui USDT (BEP-20) untuk membantu keluarga mendiang Affan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan Brimob.
Dana yang terkumpul disalurkan Sabtu (30/8) sore dan diserahkan secara langsung kepada pihak keluarga almarhum. Dalam beberapa jam saja, sekolompok anak muda tersebut mengumpulkan senilai Rp8,7 juta.
Mereka juga menyatakan bahwa blockchain bukan hanya untuk trading, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial. Bahkan teknologi ini memiliki sifat yang transparan.
"Bagi kami, komunitas bukan sekadar tempat diskusi pasar. Ini tentang bagaimana teknologi blockchain bisa menjadi medium kebaikan. Transparan, cepat, dan langsung ke penerima," ujar Haviyy, yang juga pendiri Cryptocium. (I-2)