
ORGANISASI Tani Merdeka Indonesia menyerukan agar masyarakat tetap tertib dan damai saat menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka, Don Muzakir, mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya.
"Setiap perbedaan pendapat harus disalurkan melalui cara-cara yang santun dan sesuai konstitusi," ujar Don dalam keterangan yang diterima, Minggu (31/8).
Menurutnya, unjuk rasa adalah hak demokratis yang sah, namun jika dilakukan secara tidak tertib justru bisa merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat sendiri.
"Tindakan anarkis hanya akan memperburuk keadaan, merugikan masyarakat, dan mencederai tujuan mulia dari penyampaian aspirasi itu sendiri," kata Don.
Selain itu, Tani Merdeka juga meminta para pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan publik.
"Hindari pernyataan yang dapat melukai hati rakyat. Ucapan yang tidak bijak hanya akan memperkeruh keadaan," ujarnya.
Secara khusus, ia menyoroti pernyataan sejumlah anggota DPR yang dianggap menyinggung masyarakat, dan mendesak agar permintaan maaf terbuka segera disampaikan.
"Permintaan maaf ini penting sebagai bentuk tanggung jawab moral dan etika, serta demi menjaga kehormatan lembaga legislatif," ujar Don.
IDon juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam upaya provokasi pihak-pihak yang hanya ingin memanfaatkan situasi demi kepentingan sesaat.
“Bangsa kita terlalu besar untuk dipecah oleh perbedaan pandangan. Saya berharap masyarakat, dan kita semua sama-sama menjaga lingkungan di sekeliling kita jangan sampai ada yang mencoba memprovokasi masyarakat," ujar Don.
Dalam kesempatan yang sama, Tani Merdeka menegaskan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, khususnya petani.
“Dukungan ini disebut sebagai komitmen untuk berdiri bersama pemerintah dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera," ujar Don. (P-4)