
Sejumlah fasilitas Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, secara bertahap diperbaiki setelah beberapa ruang dirusak, penuh coretan, kaca pecah yang dilakukan oleh aksi solidaritas mahasiswa tergabung dalam rakyat ingin revolusi. Perusakan fasilitas negara tersebut, mulai pintu gerbang, Pos Satpam, Sekretariat Dewan, ruang sidang, ruang Ketua DPRD dan Badan Musyawarah ancur berantakan.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra mengatakan, kondisi Gedung DPRD yang mengalami kerusakan pada bagian pintu kaca pecah, kursi, meja di ruang sidang berantakan, Pos Satpam, ruang Sekretariat Dewan, ruang Ketua DPRD, ruang Banmus rusak merasa prihatin dengan kondisi itu. Namun, aksi massa yang terjadi berharap kondisi bangsa baik-baik saja aman dan kondusif.
"Aksi unjuk rasa datang dari dua massa yang berbeda dan pertama pengemudi ojek online hingga kedua kelompok masyarakat tergabung dalam Rakyat Ingin Revolusi. Akan tetapi, berbagai unjuk rasa yang telah terjadi tidak berpendapat lebih jauh namun sebagai pelajaran bagi mereka agar tidak asal menuding masyarakat begitu, begini tapi sebagai pejabat harus bisa memahami kondisi masyarakat saat ini," katanya, Minggu (31/8/2025).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya Yudi Permana mengatakan, perusakan fasilitas ruang sidang, Banmus memang belum bisa memastikan berapa banyak invetaris yang rusak pasca kericuhan dilakukan oleh aksi demonstrasi. Namun, sebelum masa aksi masuk sempat terjadi saling dorong berada di pintu gerbang dengan aparat kepolisian.
"Ribuan aksi massa yang datang langsung masuk ke halaman dan mereka membakar ban bekas selanjutnya merangsek masuk ke lantai atas dan terjadi perusakan. Akan tetapi, ada beberapa kerusakan di setiap ruang masih inventarisir dulu tapi saat itu massa aksi melakukan pencurian hingga beredar di media sosial (medsos) berdurasi waktu 0.08 detik tengah membawa sound system ke luar area Gedung DPRD Kota Tasikmalaya melalui jalan pinggir," ujarnya.
Menurut Yudi, berdasarkan hasil laporan beberapa barang fasilitas di Gedung DPRD hilang termasuk milik anggota Satpam di Pos mulai dompet, hape, sepatu, kontrak kerja, sound system, decoder CCTV, kunci mobil Toyota Voxy dan lain sebagainya. Akan tetapi, untuk kelompok maling yang terekam video membawa barang elektronik fasilitas berada di Gedung DPRD.
"Sound system bernilai jutaan rupiah raib digondol beberapa orang tak dikenal yang memakai atribut pakaian serba hitam dan mereka sebagai peserta aksi. Namun, dari mereka berpakaian hitam, memakai topi, masker, tas gendong dan kepala tertunduk," pungkasnya. (H-1)