
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah segera memperkuat kesiapsiagaan potensi gempa bumi.
Kesiapsiagaan itu dibutuhkan karena wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi kawasan paling rentan dan terdampak akibat aktivitas dua segmen sesar Lembang yang saat ini tengah aktif.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengungkapkan, Sesar Lembang membentang sepanjang sekitar 29 kilometer dan terbagi menjadi enam segmen. Namun, hanya dua segmen di bagian barat, yakni Cimeta dan Cipogor yang menunjukkan aktivitas kegempaan dalam sebulan terakhir.
"Segmen ini melewati wilayah Kabupaten Bandung Barat, termasuk kecamatan Ngamprah dan Cisarua, sehingga wilayah ini paling berisiko terkena dampak getaran gempa," katanya, Jumat (29/8).
Dia menjelaskan, potensi gempa maksimum dari dua segmen aktif tersebut diperkirakan mencapai magnitudo 5,5.
Berdasarkan peta guncangan atau shakemap yang disusun BMKG, wilayah Bandung Barat bisa merasakan dampak guncangan hingga sebesar V hingga VI MMI (Modified Mercalli Intensity) dengan percepatan tanah antara 62 hingga 120 gal.
Menurut Teguh, guncangan dengan tingkat tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan ringan, seperti plester dinding yang jatuh hingga kerusakan pada cerobong asap bangunan pabrik.
"Getaran ini bisa dirasakan oleh seluruh penduduk Bandung Barat. Banyak yang akan terkejut dan lari keluar rumah," ungkapnya.
Ia menyatakan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan risiko dan kerugian akibat gempa bumi. Mulai dari peningkatan pondasi bangunan, pemasangan rambu evakuasi, pemetaan mikrozonasi, pelatihan keselamatan gempa, penguatan mitigasi bencana, serta edukasi secara masif.
“Walau potensi gempa saat ini diperkirakan maksimal magnitudo 5,5, kita tidak boleh lengah. Kesiapsiagaan adalah kunci utama," jelasnya.
Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, BMKG mencatat ada enam kali gempa berkekuatan antara magnitudo 1,7 hingga 2,3 terjadi di segmen Cimeta sejak 25 Juli hingga 20 Agustus 2025.