
Doa Nabi Adam adalah salah satu doa yang penuh makna dalam Islam. Doa ini tidak hanya dikenal untuk memohon ampunan, tetapi juga untuk membuka pintu rezeki dan memikat hati Siti Hawa, istri pertama Nabi Adam. Dalam artikel ini, kita akan membahas doa-doa tersebut lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya, serta dasar dari Al-Quran dan hadits shahih. Bacaan ini mudah dipahami dan bisa diamalkan oleh siapa saja.
Doa Nabi Adam untuk Taubat
Doa taubat Nabi Adam diabadikan dalam Al-Quran, tepatnya di Surah Al-A’raf ayat 23. Doa ini dipanjatkan setelah Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah terlarang karena godaan setan, lalu mereka memohon ampunan kepada Allah.
Teks Arab:
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Latin: Qālā rabbanā ẓalamnā anfusanā wa il lam taghfir lanā wa tarḥamnā lanakūnanna minal-khāsirīn
Artinya: "Mereka berdua berkata: 'Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.'" (QS. Al-A’raf: 23)
Doa ini mengajarkan kita untuk selalu memohon ampun atas kesalahan dan rendah hati di hadapan Allah. Dengan doa ini, Nabi Adam dan Siti Hawa menunjukkan penyesalan dan kembali kepada Allah, sehingga doa ini menjadi contoh taubat yang tulus.
Doa Nabi Adam untuk Pembuka Rezeki
Selain doa taubat, Nabi Adam juga memanjatkan doa untuk memohon keimanan, keyakinan, dan rezeki yang diridhai Allah. Doa ini sering diamalkan umat Islam untuk memperlancar rezeki dan mendekatkan diri kepada Allah.
Teks Arab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّي وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي، وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي، وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي، وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي، وَارْضِنِي بِمَا قَسَمْتَ لِي
Latin: Allahumma innaka ta’lamus sirri wa ‘alaaniyati faqbal ma’dziroti wa ta’lamu hajati fa a’thini su-ali wa ta’lamu ma fi nafsi faghfirli dzanbi. Allahumma inni as-aluka iimanan yubasyiru qolbi wa yaqinan shodiqon hatta a’lama annahu la yusibuni illa ma katabta li wa ardhiny bima qosamta li
Artinya: "Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan tindak-tandukku, terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui kebutuhanku, kabulkanlah permohonanku. Engkau mengetahui detak hatiku, ampunilah dosaku. Ya Allah, aku memohon pada-Mu diberikan keimanan yang meresap dalam hati, keyakinan yang teguh sehingga aku yakin bahwa tidak ada apa pun yang akan menimpaku kecuali karena takdir yang telah Engkau catat, dan aku rida terhadap ketentuan yang Engkau tetapkan untukku."
Doa ini mencerminkan kerendahan hati Nabi Adam dan keimanannya kepada takdir Allah. Dengan mengamalkan doa ini, kita memohon rezeki yang halal dan keimanan yang kuat agar selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan.
Doa Nabi Adam untuk Memikat Siti Hawa
Mengenai doa Nabi Adam untuk memikat Siti Hawa, tidak ada ayat Al-Quran atau hadits shahih yang secara eksplisit menyebutkan doa khusus untuk tujuan ini. Namun, kisah penciptaan Siti Hawa dari tulang rusuk Nabi Adam menunjukkan ikatan cinta yang alami antara keduanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih berikut:
Teks Arab:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Latin: ‘An Abi Hurairah qala qala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam istawsu bin-nisā’i khairan fa innahunna khuliqna min dila’in wa inna a’waja syai’in fid-dila’i a’lāhu fa in dzahabta tuqimuhu kasartahu wa in taraktahu lam yazal a’waja fastawsu bin-nisā’i khairan
Artinya: "Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnya bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika kamu berusaha meluruskannya, kamu akan mematahkannya, dan jika kamu membiarkannya, ia akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita.'" (HR. Bukhari: 5185, Muslim: 3468)
Hadits ini menunjukkan bahwa hubungan Nabi Adam dan Siti Hawa dibangun atas dasar kasih sayang dan kelembutan. Meskipun tidak ada doa khusus, kisah cinta mereka mengajarkan kita untuk memperlakukan pasangan deng...