Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menginstruksikan kepada seluruh kader partainya untuk menjaga lisan dan berhati-hati dalam bertindak.
Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu berpesan jangan sampai ada perkataan dan perbuatan yang menyakiti perasaan rakyat.
“Saya juga menyampaikan pesan-pesan serupa agar seluruh kader Partai Demokrat termasuk khususnya para wakil rakyat baik di DPR RI, DPRD Provinsi maupun Kabupaten Kota bisa bukan hanya menjaga diri, ingat menjaga lisan itu penting sekali,” kata AHY saat konferensi pers di Puri Cikeas, Jawa Barat, Minggu (31/8).
“Jangan menyakiti perasaan masyarakat hal yang mungkin kita anggap biasa tetapi begitu mendasar, sensitif bagi masyarakat janganlah kemudian kita ringan melukai perasaan masyarakat,” tuturnya.
Ia juga kemudian menyoroti eskalasi aksi demonstrasi yang meningkat sepekan terakhir tidak hanya di Jakarta, namun juga di berbagai daerah.
Menurut AHY, aksi ini didasari oleh berbagai masalah dari berbagai sektor yang akhirnya meledak menjadi sebuah bom waktu, mulai dari sektor politik hingga ekonomi.
Ia memahami pentingnya untuk mendengar suara rakyat saat ini, hal inilah yang juga ia komunikasikan dengan petinggi partai politik lain.
“Namun yang lain-lain tentu membutuhkan solusi yang perlu dipikirkan secara komprehensif karena urgensi dari situasi yang terjadi hari ini itu adalah kombinasi dari politik, hukum, keamanan, ekonomi dan sosial,” kata AHY.
“Dan banyak aspirasi masyarakat yang harus kami pahami dan kemudian carikan solusinya bersama. Kami juga tentu membangun hubungan dan komunikasi dengan partai-partai lainnya,” tuturnya.
Untuk itu ia meminta kadernya dari seluruh lini untuk selalu menjaga situasi tetap kondusif dan terus mengevaluasi diri untuk menjadi wakil rakyat yang baik.
“Mari sama-sama kita jaga situasi yang kondusif. Kita selalu mengevaluasi diri dan selalu ingin berusaha menjadi yang lebih baik. Termasuk menjadi wakil-wakil rakyat yang lebih baik,” katanya.