Mapolres Jakarta Timur diserang massa pada Sabtu (30/8) dini hari. Mereka merusak gedung Mapolres Jaktim hingga membakar sejumlah mobil di depannya.
Kapolres Jaktim, Kombes Alfian Nurrizal menyebut massa yang menyerang datang dari berbagai daerah. Mulai dari warga sekitar Polres di Matraman, Bekasi, hingga Jakarta Timur.
“Berbagai macam, ada juga dari kita, dari warga kita, ada juga dari Bekasi maupun dari Priok,” ujar Alfian di Mapolres Jaktim, Minggu (31/8).
Alfian menyebut, dari kejadian itu, tidak ada korban dari warga maupun aparat kepolisian.
“Warga saya rasa tidak ada, tidak ada korban,” ucap Alfian.
Agar kejadian penyerangan tak kembali terjadi, Alfian menyebut Polres Jakarta Timur telah mendapatkan bantuan dari Brimob untuk pengamanan.
“Ya, betul. Kami sudah dibantu oleh brimob sebanyak 1 kompi, yaitu 100 personel.
Dan juga dibantu untuk kegiatan pengaman patroli saat ini, bersama dengan Kodim 0505,” ucap Alfian.
Alfian mengatakan, kejadian penyerangan itu sangat mengganggu warga sekitar.
“Tentunya masyarakat sangat terganggu khususnya warga setempat dengan adanya massa yang melakukan kegiatan yang tidak membuat rasa aman dan nyaman,” tandas Alfian.