Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi situasi politik dan gelombang demonstrasi yang belakangan ini merebak di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, dan kota lainnya. Unjuk rasa yang semula damai, sayangnya berujung pada tindakan anarkis, perusakan fasilitas publik, hingga jatuhnya korban jiwa.
Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan kecendekiaan, ICMI memandang penting untuk menyerukan sikap bijak kepada seluruh elemen bangsa demi menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Duka Cita dan Tuntutan Keadilan. Dengan hati yang berduka, ICMI menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya korban-korban, termasuk pengemudi ojek online. Kehilangan seorang anak bangsa adalah duka bagi seluruh rakyat. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa ini secara transparan, adil, dan tanpa pandang bulu, serta menindak tegas oknum yang bertanggung jawab.
2. Perlu Langkah Cepat dan Bijak dari Presiden. ICMI secara khusus menyerukan kepada Presiden selaku kepala negara untuk mengambil sikap tegas dan cepat dalam mengatasi situasi. Tindakan yang tangkas, cepat, dan bijaksana dari pucuk pimpinan sangat krusial untuk mencegah perpecahan dan memulihkan stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi. Rakyat membutuhkan kepastian dan bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk melindungi dan menyejahterakan rakyat, bukan sekadar janji politik.
3. Perlu Empati Pejabat dan Wakil Rakyat. ICMI memandang bahwa kemarahan rakyat seringkali berakar dari kondisi ekonomi yang sulit dan kurangnya sensitivitas para pejabat. Kami mendesak para pejabat dan wakil rakyat untuk berempati, memberikan narasi-narasi kebijakan yang menyejukkan, menjauhi sikap pamer kemewahan, dan fokus pada kebijakan yang menyejahterakan rakyat. Kesadaran dan tanggung jawab ini adalah kunci untuk meredam gejolak sosial dan mengembalikan kepercayaan publik.
4. Mendesak evaluasi kebijakan fiskal dan praktik ekonomi. ICMI mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi kebijakan fiskal, dan praktik ekonomi yang tidak berpihak kepada rakyat, dan bahkan menjadi beban baru bagi rakyat.
5. Mendorong Dialog dan Menghindari Kekerasan. ICMI mengingatkan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, damai, menghindari kekerasan, dan tindakan anarkis. Kami menyerukan kepada seluruh pihak, baik demonstran maupun aparat keamanan, untuk mengedepankan dialog dan musyawarah. Kecendekiaan menuntut kita untuk mencari solusi melalui akal sehat, bukan dengan emosi yang berujung pada kekerasan dan perusakan fasilitas publik yang merugikan semua pihak.
6. Menjaga Persatuan dan Menolak Provokasi. ICMI mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi momentum demonstrasi untuk kepentingan politik sempit atau memecah belah bangsa. Keberagaman dan persaudaraan sesama anak bangsa adalah aset terbesar yang harus dijaga. Kita harus bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan beradab.
Pada akhirnya, ICMI mengajak seluruh umat dan bangsa untuk kembali pada nilai-nilai luhur Pancasila. Hanya dengan berpegang teguh pada fondasi ini, bangsa Indonesia dapat melewati berbagai ujian dan tantangan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan bimbingan-Nya.