
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut aspirasi Toyota Motor Corporation (TMC) perihal permohonan adanya relaksasi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk kendaraan hibrida di Indonesia.
Pabrikan melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) saat ini setidaknya memiliki dua model produksi lokal yang sudah mengemas teknologi hybrid, yaitu Toyota Yaris Cross dan Toyota Kijang Innova Zenix.
"Toyota dalam beberapa pertemuan, memberikan catatan penting bahwa Indonesia harus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik, khususnya dalam penyediaan komponen untuk kendaraan hybrid," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Osaka, Jepang.
Innova Zenix dan Yaris Cross Hybrid sama-sama memiliki nilai TKDN di atas 40 persen. Namun, Toyota mengusulkan agar regulasi TKDN untuk kendaraan elektrifikasi lebih fleksibel guna menarik investasi dan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.

"Mereka menyampaikan bahwa komponen untuk kendaraan hybrid berbeda dengan kendaraan berbasis internal combustion engine (ICE)," imbuhnya.
"Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus cepat menyiapkan komponen tersebut agar pelaku industri seperti Toyota dapat segera mengembangkan produk hybrid lokal," terang Agus.
Menyoal usulan raksasa otomotif Jepang itu, Agus mengaku akan mempelajarinya. Karena menurutnya, secara prinsip Indonesia ingin membangun industri otomotif nasional yang kuat namun juga kompetitif secara global.
"Ini berarti kita harus menutup 'lubang' dalam rantai pasok teknologi hybrid dengan menyiapkan komponen strategis secara lokal. Toyota sendiri akan meluncurkan unit produksi ke-3 juta untuk ekspor pada bulan September, sekaligus meluncurkan unit ke-10 juta secara total," paparnya.
Berbeda dengan kendaraan berbasis Internal Combustion Engine (ICE) yang rata-rata nilai TKDN sudah mencapai 60-80 persen, Agus berharap nilai serupa juga dapat diaplikasikan untuk setiap mobil hybrid yang telah dibuat di dalam negeri.
"Ini pencapaian besar. Bahkan Toyota menyatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan India dalam hal ekosistem dan kedalaman rantai pasok otomotif. Ini peluang besar bagi Indonesia untuk mengekspor komponen, bahkan ke India," tandas Agus.