
Pihak TNI Angkatan Darat memberikan penjelasan terkait video viral yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh dari bus bertuliskan Mabes AD saat melintas di Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) KM 12 arah Ciledug, pada Senin (30/6) sore.
Dalam keterangannya, Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kasubdispenum Dispenad), Kolonel Mujahidin, menjelaskan bahwa bus tersebut merupakan kendaraan dukungan untuk keperluan kedinasan keluarga anggota TNI AD.
“Bahwa bus yang ditumpangi tersebut adalah kendaraan dukungan kepada anggota dan keluarga untuk keperluan takziah menjenguk anggota yang sedang mengalami musibah di wilayah Bogor,” ujar Kolonel Mujahidin saat dihubungi kumparan, Selasa (1/7).
Insiden terjadi saat bus melaju di Tol JORR dan seorang anak yang berada di dekat pintu darurat secara tak sengaja terjatuh.
“Kemudian pada saat melintas di jalan Tol JORR, terdapat 1 orang anak yang cukup aktif duduk di dekat pintu darurat, karena tidak mengetahui prosedur keamanan, tiba-tiba pintu terbuka dan anak tersebut terjatuh,” jelas Mujahidin.
Ia menambahkan bahwa pengemudi bus langsung menghentikan laju kendaraan begitu menyadari insiden tersebut.
“Sesaat setelah terjatuh, pengemudi bus segera berhenti,” jelas Mujahidin.
“Kondisi anak tersebut dalam keadaan sehat, tidak terdapat luka serius, hanya luka lecet ringan,” tegasnya.
Sebelumnya, video detik-detik jatuhnya balita itu terekam dalam dashcam mobil minibus yang berada tepat di belakang bus.
Dalam video yang tersebar di media sosial, terlihat pintu samping belakang bus tiba-tiba terbuka dan seorang balita jatuh ke aspal. Mobil di belakang dengan sigap menghindar sehingga anak itu tak tertabrak.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandhie membenarkan peristiwa itu.
“Bus yang bertuliskan Mabes AD melaju dari arah Meruya arah Ciledug. Setiba di TKP Km 12 A (wilayah Joglo) Lajur 3, terlihat ada anak kecil yang terjatuh dari sisi kanan bus tersebut terlihat dari dashcam mobil minibus yang berada di belakang bus tersebut,” kata Dhanar dalam keterangannya, Selasa (1/7).
Anak tersebut kemudian dibawa hingga KM 14 A wilayah Ciledug dan diserahkan kembali ke kru bus yang bersangkutan.
“Secara mandiri pengemudi yang membawa anak tersebut langsung menyerahkan ke crew bus tersebut di KM 14 A wilayah Joglo lanjut bus melanjutkan perjalanan,” terang Dhanar.