Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendatangi lokasi demo di depan Polda DIY, Jumat (29/8) malam. Sri Sultan tiba di Mapolda DIY dengan menaiki mobil Alphard AB 10 HB.
Massa aksi yang mengetahui Sultan datang lalu mematikan api yang sedang menyala di jalanan.
"Beri jalan ini Sultan. Iki Sultanku," kata massa.
Mereka mengawal Sultan masuk ke dalam Polda DIY.
Dari informasi yang diperoleh, Sultan ditemani GKR Condorkirono (putri Sultan), GKR Hayu (putri Sultan), Plt Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad, Bupati Sleman Harda Kiswaya.
Sementara di Polda DIY, ada Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono.
Massa membetulkan pagar yang roboh agar mobil Sultan bisa masuk. Bersamaan dengan itu, massa juga bisa memasuki halaman Polda DIY.
Namun setelah Sultan masuk ke dalam Polda DIY. Polisi kembali menembakkan gas air mata. Tembakan itu bikin massa yang di dalam berhamburan lari keluar.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah.
"Dalam situasi seperti ini saya mengimbau semua masyarakat untuk tenang untuk percaya dengan pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat kita," kata Prabowo dalam video yang diterima, Jumat (29/8).
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.