Suasana massa aksi di sekitar flyover Senen, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat malam (29/8/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang tengah malam, demonstrasi warga ke Mako Brimob, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, belum juga reda. Perempatan Kwitang masih mencekam, massa membakar halte Transjakarta dan barang-barang di dalamnya habis dijarah.
Stevy Maradona, jurnalis Republika di lokasi kejadian melaporkan, polisi dan demonstran masih jual beli serangan. Polisi menembakkan gas air mata, sementara pendemo membalas dengan melemparkan petasan ke arah polisi.
"Pasukan Brimob menyisir jalanan dari Mako ke perempatan Kwitang lalu belok ke Kramat. Mereka naik motor ke arah Kantor Polres Jakarta Pusat," lapor Stevy.
Pasukan Brimob menyisir jalur Trans Jakarta (bus way), jalur biasa, dan jalur lawan arah. Mereka bergerak perlahan, motor berjejer masuk ke bus way sembali menembakkan gas air mata ke arah demonstran. "Mereka juga menyisir warga yang ada di fly over sampai ke pertigaan Rumah Sakit Cipto. Ambulance juga didorong. Pokoknya daerah itu harus steril," ucap Stevy.
Namun, polisi yang bergerak perlahan terkadang kembali mundur setelah mendapatkan serangan balasan dari demonstran. Saat berita ini ditulis, ribuan warga kembali bergerak ke Kwitang, kembali dari arah Salemba.
"Markas Gegana eks kantor Polres Jakpus habis kebakaran. Dua kendaraan habis dibakar massa. Sempat muncul isu penjarahan, tetapi tidak terlihat di lapangan."