Seberapa Parah Efek Gas Air Mata ke Tubuh Kita?

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Salah satu massa aksi melemparkan kembali gas air mata ke arah aparat saat demo di belakang DPR hingga kawasan stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Selain semprotan water cannon, tembakan gas air mata kerap digunakan dalam upaya memukul mundur massa demonstran saat kericuhan terjadi. Kandungan zat kimia di dalam gas air mata dianggap ampuh karena memberi efek cukup signifikan dalam mengurai massa.

Kepolisian menembakkan gas air mata saat membubarkan dan mengurai massa demo di DPR, Senayan, Pejompongan, protes terlindasnya pengemudi ojol di Mako Brimob Polda Metro Jaya di Jalan Usman Harun, Kwitang hingga Jalan Otista III, Jakarta Timur. Rangkaian demo terjadi dan berlangsung sejak 25 Agustus 2025 yang memprotes tunjangan besar untuk para anggota DPR.

Gas air mata sendiri banyak digunakan di seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Indonesia, sampai Mesir. Lantas apa itu gas air mata? Apa efeknya bagi tubuh?

Para ahli telah sepakat bahwa pada umumnya gas air mata dapat menimbulkan beberapa efek buruk terhadap kesehatan, seperti mata menjadi terasa panas dan berair, kesulitan bernapas, nyeri dada, air liur berlebihan hingga iritasi kulit dan muntah-muntah.

Gas air mata ditembakkan ke massa di Jalan Otista, Jakarta Timur, Jumat (29/8/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Gejala-gejala itu mulai terasa setelah seseorang terpapar gas air mata selama 20 hingga 30 detik dan akan mereda setelah 10 menit kemudian. Itupun jika mereka buru-buru menghirup udara segar, demikian menurut Neil Gibson, seorang analis IHS Janes’s, perusahaan publikasi mengenai intelijen dan keamanan.

Gas air mata lebih rentan menimbulkan efek yang lebih berbahaya ketika orang yang sudah terpapar melakukan aktivitas fisik yang berat seperti berlari. Padahal, para demonstran biasanya akan berlarian ketika diserang tembakan gas air mata. Paparan gas air mata yang dibarengi aktivitas fisik yang berat bisa menyebabkan seseorang mengalami batuk darah.

Sven-Eric Jordt, ahli anestesi di Duke University, Amerika Serikat, pernah menjelaskan efek dari gas air mata. Ia mengatakan bahwa gas air mata bisa menyebabkan rasa sakit yang membakar pada mata, kulit, paru-paru, dan mulut, atau pada bagian tubuh mana pun yang gas itu sentuh.

Polisi tembakkan gas air mata ke kerumunan massa di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Jumat (29/8). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Pasukan Brimob menembakkan gas air mata ke arah massa di Jalan Pasar Senen, Jakarta, Jumat (29/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

"Efeknya bisa sangat luar biasa dan melumpuhkan. Anda bisa dipaksa untuk menutup mata dan tidak bisa membukanya," ujar Jordt kepada Scientific American.

Jordt telah mempelajari gas air mata selama lebih dari 10 tahun. Ia berpendapat bahwa sebutan gas air mata kurang tepat. Menurut Jordt, gas air mata sebenarnya adalah bubuk yang mengembang ke udara dan menjadi semacam kabut halus.

"Saya menganggap gas air mata sebagai gas menyakitkan," kata Jordt. "Ini karena gas air mata secara langsung mengaktifkan reseptor rasa sakit," lanjut dia.

Jordt menjelaskan bahwa pada setiap gas air mata ada agen senyawa kimia yang mengaktifkan satu di antara dua reseptor rasa sakit. Reseptor itu adalah TRPA1 atau TRPV1.

Sejumlah aparat menembak gas air mata ke arah massa aksi saat demo di belakang DPR hingga kawasan stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Yang paling umum digunakan dalam gas air mata adalah agen senyawa yang mengaktifkan TRPA1. Di antaranya adalah berupa senyawa kimia yang disebut 2-chlorobenzalmalononitrile atau CS gas. Senyawa ini biasa digunakan sebagai gas air mata di AS. Senyawa ini mengandung klorin. Ia bisa menyebar ke udara bebas sebagai partikulat halus.

"Mereka bisa terdeposit pada kulit dan bisa bertahan lumayan lama sambil memberi efek membakar," kata Jordt. "Secara kimia mereka bereaksi dengan biomolekul dan protein di tubuh manusia. Ini yang menyebabkan sensasi terbakar," lanjut Jordt.