Sebagian Bansos PKH Salah Sasaran Akibat Data tak Sinkron, Dirjen Teknodigi Ajak Kuatkan Data

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Permasalahan data menjadi sorotan utama dalam Forum Smart City Nasional yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta, Rabu (27/8/2025). Dalam forum tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyampaikan integrasi dan sinkronisasi data penting diwujudkan untuk mendukung program prioritas nasional, khususnya penyaluran bantuan sosial (bansos).

Direktur Jenderal Teknologi Pemerintahan Digital (Dirjen Teknodigi), Mirra Tayyiba tak menepis bahwa pemerintah menghadapi tantangan serius dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Ia mengungkap ketidaksinkronan data antarinstansi menyebabkan hampir setengah dari penerima bansos melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tidak tepat sasaran. 

Akar persoalannya terletak pada data yang tidak terintegrasi antarinstansi. Ketidaksinkronan ini membuat penyaluran bansos rawan salah sasaran, karena setiap kementerian atau lembaga masih bergantung pada basis data masing-masing.

"Tahun lalu dilakukan Survei (Sosial Ekonomi Nasional) dan dilakukan evaluasi, ternyata Program Keluarga Harapan itu salah sasaran sebesar 45 persen, kalau di ekuivalenkan nilainya itu sekitar Rp 14 triliun," ungkap Mirra dalam Forum Smart City Nasional bertajuk Inovasi Kota Cerdas Mewujudkan Kedaulatan, Ketahanan, dan Keberlanjutan Indonesia Emas, di Yogyakarta, Rabu.

Mirra mengatakan bahwa selama ini masing-masing kementerian atau lembaga masih menggunakan basis data sendiri, sehingga menyebabkan tumpang tindih dan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan.

"Apa hulu permasalahannya? Data yang tidak sinkron," kata dia.

Sebagai solusinya, ia pun kemudian memperkenalkan inisiatif pemerintah yang sedang digodok melalui pengembangan Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSN), yang akan diselaraskan dengan data kependudukan dari Dukcapil.

Sinkronisasi ini diharapkan dapat menyaring penerima bantuan agar benar-benar memenuhi syarat dan layak menerima dukungan pemerintah. "Dengan DTSN, nanti kita bisa tahu orang ini betul eligible atau tidak, betul bisa terima bansos atau tidak. Karena digital akan transparan, jadi sebagai masyarakat dia bisa mengusulkan dirinya mendapatkan bansos. Tetapi kemudian kita cek," ucap Mirra.

Di sisi lain, inisiatif ini, kata Mirra, selaras dengan arahan Presiden untuk menyederhanakan regulasi dan mempercepat digitalisasi pelayanan publik. Pemerintah menargetkan, melalui pendekatan berbasis teknologi dan data yang terintegrasi, penyaluran bansos ke depan akan jauh lebih akurat dan efisien.

Adapun pilot project DTSN itu sendiri rencananya mulai digarap di Kabupaten Banyuwangi pada September hingga akhir tahun mendatang, sebelum diterapkan secara nasional. Mirra menyakini bahwa DTSN akan menjadi bagian penting dari strategi digitalisasi layanan publik. 

Selain DTSN, Komdigi juga tengah menyiapkan sistem penghubung layanan pemerintahan guna mendorong pertukaran data lintas sektor. Layanan digital seperti SPAN Lapor serta pengelolaan domain layanan pemerintah turut dibahas dalam forum.

"Dalam beberapa waktu bulan terakhir, kami sudah banyak menerima permintaan dari bapak-ibu, apakah untuk pembuatan domain baru, meng-update dan sebagainya, itu memang menjadi bagian dari layanan kami," kata dia.

Sementara itu,  Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan dukungannya terhadap penguatan sistem data tersebut. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta juga sedang merintis konsep one and single website sebagai salah satu strategi utama dalam implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang dikembangkan untuk memperkuat pelayanan publik berbasis digital.

"Bagi kami digitalisasi penyelenggaran pemerintah berbasis elektronik SPBE ada dua hal besar yang kami manfaatkan untuk kepentingan pemerintah. Pertama untuk pelayanan publik. Oleh karena itu layanan yang cepat, berbasis digitalisasi kita kerjakan melalui Jogja Smart Service yang sudah diselenggarakan di Kota Yogyakarta," kata Hasto.

Menurutnya, digitalisasi SPBE harus menyentuh integrasi data yang kuat melalui konsep tersebut guna mewujudkan satu sistem informasi yang terintegrasi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan. Dengan sistem tersebut, Hasto berharap tercipta keselarasan data sektoral, umum, nasional, lokal, hingga makro dan mikro sebagai basis pelayanan publik yang lebih efisien dan akuntabel.

"Hal kedua, digitalisasi SPBE harus bisa mengintegrasikan data. Terutama untuk one and single website dalam bentuk satu data di daerah. Pemkot Yogyakarta merintis dengan sistem Single ID, Single Window dan Single Sign-On dalam rangka mewujudkan one and single website agar padu padan data menjadi terwujud," ujarnya.

Read Entire Article