
Ragam momen menghiasi hari pertama siswa masuk sekolah pada Senin (14/7). Mulai dari antusiasme peserta didik dan orang tua, hingga mereka yang telat di hari pertama.
Berikut kumparan rangkum ragam peristiwa tersebut.
Harapan Orang Tua
Suasana ramai penuh riang gembira menghiasi sudut SDN 07 Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada gelaran hari pertama belajar-mengajar ini. Anak-anak bertemu lagi dengan temannya, orang tua kembali disibukkan untuk mengantar.
Di SD tersebut, pada pukul 06.05 WIB, sudah ada orang tua yang tiba. Dia antusias mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.
"Bukan karena berebutan bangku," ucap Sela dia sembari tertawa saat ditemui di lokasi.
Meski begitu, dia mengantar putrinya yang bernama Alodia, duduk di bangku paling depan kelas. Sela menyebut Alodia memang selalu datang pagi.
Sela tak masalah anaknya mau duduk di bangku yang mana saja. Asalkan anaknya bisa tetap belajar dengan baik dan meningkatkan prestasinya.
"Semoga naik lagi prestasinya. Kemarin turun, karena udah ngerti ini kan, udah ngerti ngobrol-main," ucapnya.
"Biar dia fokus lagi. Jangan main mulu," tambahnya.

Tak hanya Sela, tampak pula Yuni (47) yang mengantarkan anak lelakinya, Fathoni, sampai ke ruangan kelas. Katanya, ia mau memastikan anaknya sampai dengan selamat.
"Karena dia naik angkot tadi," cerita dia.
"Biasanya juga dia sendiri. Karena baru pertama aja. Tadi kan takut macet juga di jalan," tambah ibu yang anaknya baru naik ke kelas 5 SD itu.
Kegiatan Siswa Sekolah Rakyat 9 Bandung

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Kota Bandung juga memulai masa ajar baru pada Senin (14/9). Sebanyak 50 siswa tingkat SMP menempuh pendidikan di sekolah ini.
Sebelum mengikuti proses pembelajaran, para siswa diperiksa kesehatannya lebih dulu. Mulai dari tinggi badan, berat badan, hingga gula darah. Tak hanya itu, para siswa juga mengikuti tes kebugaran untuk memastikan kesehatan jasmani.
Tes kesehatan termasuk dalam bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Nantinya, para siswa juga akan dikenalkan berbagai peraturan selama tinggal di asrama.
Kepala Sekolah SRMP 9 Kota Bandung Setia Nugraha mengatakan, seluruh siswa dalam kondisi sehat, sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar di asrama.
“Peserta yang di sini ada 50 orang. Nah, sekarang sedang (cek) kesehatan. Setelah dari sini nanti ada yang dibawa ke pengenalan lingkungan. Ya, sejauh ini. Kalau hasilnya kan nanti hasil kesehatan ya. Tapi tampak dari situ, alhamdulillah sehat,” kata Setia.

Para siswa tersebut akan tinggal di asrama. Selama di asrama, mereka diajarkan hidup mandiri. Dari bangun pagi, berolahraga, dan pembekalan materi untuk mendidik karakter mulia.
Asrama di SRMP 9 Kota Bandung terbagi menjadi dua gedung untuk laki-laki dan perempuan. Dalam setiap kamar, tersedia dua hingga empat ranjang. Meja belajar dan lemari pakaian juga disediakan untuk mendukung kebutuhan siswa.
Di depan asrama, termuat sejumlah peraturan. Mulai dari siswa harus bangun 30 menit sebelum azan subuh, membersihkan kamar sesuai jadwal piket, batas waktu istirahat pada pukul 21.00 WIB, dan dilarang membawa barang elektronik seperti handphone dan laptop.
"Jadi mereka akan mulai dari pagi-pagi dibiasakan ke masjid. Untuk agama ya, kemudian olahraga. Kemudian nanti mereka beres-beres. Udah itu kan masuk sekolah nanti kalau sudah berjalan biasa,” jelas Setia.
“Beres dari sekolah nanti ada kegiatan-kegiatan yang akan mendidik karakter mereka. Jadi karakter mereka nanti akan muncul. Akhlak mulia, akhlak kebangsaan,” tambahnya.
Wawalkot Serang Minta Ditilang

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia juga mengantar anak di hari pertama sekolahnya. Nur Agis Aulia mengantarkan kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD menggunakan sepeda motor.
Namun dalam perjalanan menuju SD Negeri Serang 02, meski dirinya tertib berlalu lintas mengenakan helm, Nur Agis Aulia tidak membekali kedua anaknya dengan helm.
Menyadari kesalahannya, Nur Agis Aulia langsung memberikan klarifikasi. Menurutnya, saat itu dirinya sedang diburu-buru mengejar agenda giat di pukul 06.30 WIB di salah satu sekolah di Kota Serang.
"Tadi memang saya agak terburu-buru karena saya ditunggu kegiatan pertama saya di jam 06.30 WIB di SDN 5. Tapi sebelum giat, saya memang sudah ingin mengantar anak saya ke sekolah (SDN Serang 02), tapi dalam proses perjalanannya ini murni kesalahan saya, saya melakukan banyak pelanggaran, kesalahan," kata Nur Agis Aulia kepada wartawan.
Politikus PKS ini meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuatnya. Ia pun meminta polisi agar menilang dirinya.
"Oleh karena itu saya minta maaf, dan saya minta pihak Polres Serang untuk menilang saya. Sekali lagi saya mohon maaf atas kelalaian, kesalahan dan pelanggaran yang saya lakukan," kata Nur Agis Aulia.
"Insyaallah saya akan bertanggung jawab. Dan semoga ini tidak terulang lagi dan ini menjadi pembelajaran bagi saya ke depan jadi lebih baik," sambungnya.
Siswa Telat di Hari Pertama Sekolah

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan jam efektif masuk sekolah pada pukul 06.30 WIB untuk SMA tahun ajaran baru 2025-2026.
Pantauan kumparan di SMAN 9 Bandung, Senin (14/7) sekitar pukul 06.00 WIB, para murid mulai berdatangan. Ada yang diantar oleh orang tuanya, berjalan kaki dari rumah, hingga memilih untuk menggunakan ojek online (ojol).
Menjelang pukul 06.30 WIB, gerbang sekolah sudah mulai ditutup oleh petugas keamanan. Meskipun begitu, masih ada beberapa murid yang masih datang terlambat.
Potret Sekolah Rakyat di Bogor
Para siswa mengoperasikan laptop di hari pertama mereka di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10, Kabupaten Bogor. Sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, para siswa melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu dan antre untuk mengambil nomor kamar.
Pada hari pertama sekolah dengan konsep boarding school ini, dihadiri secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Berikut potretnya:


