Tetapi, jangan langsung berkecil hati karena orang tua berperan besar dalam mendampingi dan merawat anak-anak dengan disabilitas. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan, anak disabilitas bukanlah beban dan mereka masih memiliki masa depan yang layak, seperti anak-anak lainnya.
“Anak-anak penyandang disabilitas bukan beban, tetapi bagian dari masa depan bangsa. Mereka adalah anak-anak yang perlu kita rangkul dan dukung,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul dalam acara Gebyar Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) , Kamis (⅞).
Dan tenang saja, Anda tidak akan sendirian, Moms. Karena saat ini banyak komunitas yang mewadahi orang tua dengan anak disabilitas, sehingga bisa saling bertukar informasi dan pengalaman. Salah satunya Portadin, yang memiliki visi besar untuk memberdayakan anak-anak penyandang disabilitas melalui kekuatan orang tua dan keluarga.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengingatkan pentingnya seluruh pihak untuk saling mendukung tumbuh kembang anak-anak yang berkebutuhan khusus. Sara sendiri memiliki anak berkebutuhan khusus yaitu down syndrome.
Wanita yang akrab disapa Saras itu turut menyoroti perlunya fasilitas dan dukungan yang memadai, sehingga bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus seperti disabilitas.
“Mari kita saling bergandeng tangan dan saling mendukung anak-anak kita semua,” ucap Sara.
Memahami Tiga Kategori Disabilitas Anak
Moms, mungkin belum banyak yang tahu bahwa disabilitas pada anak memiliki beberapa tingkatan. Berikut adalah penjelasannya dari Dewan Penasihat Portadin, Siswandi Abdul Rachim: